Kasus Rabies di Siantar, Dinkes Minta Warga Jangan Sepelekan Gigitan Anjing

"Keterbatasan anti rabies. Hampir langka. Memang kebetulan kosong. Kami enggak mungkin tahan lagi," kata Sutrisno.

Kasus Rabies di Siantar, Dinkes Minta Warga Jangan Sepelekan Gigitan Anjing
Facebook/Herawaty Sitorus
Masta semasa hidup bersama anjing kesayangannya dan saat Masta dirawat di rumah sakit. 

TRIBUN-MEDAN.com - Humas Rumah Sakit Vita Insani Sutrisno Dalimunthe mengungkapkan kondisi Masta Ikrar Oktavia Sirait yang meninggal dunia akibat virus rabies saat tiba di rumah sakit.

Berdasarkan pemeriksaan, kata Sutrisno, Masta telah mengalami empat gigitan di bagian kanan dan kaki.

"Dilakukan pemeriksaan pernah digigit anjing di kedua tangan dan kedua kaki. Pemeriksaannya ada bekas luka di bagian itu. Pas masuk ke sini sudah ketakutan melihat air dan minum air. Sudah cukup parah," ujarnya saat ditemui di RS Vita Insani Jalan Merdeka Kota Pematangsiantar, Rabu (8/5/2019).

Melihat kondisi Masta yang sudah cukup parah, RS Vita Insani langsung merujuknya ke rumah sakit di Kota Medan karena kekosongan vaksin anti rabies.

"Keterbatasan anti rabies. Hampir langka. Memang kebetulan kosong. Kami enggak mungkin tahan lagi. Apalagi, ini sudah digigit satu bulan yang lalu," ujar Sutrisno sembari mengungkapkan saat itu yang menangani Dokter Ratna.

Baca: Meninggal Setelah Digigit Anjingnya, Masta Sirait Dikenal Aktif di Film Horas Amang dan Pelayanan

Baca: Masta br Sirait Meninggal Setelah Digigit Anjing Peliharaan, Sempat Dirawat di Tiga Rumah Sakit

Sementara Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Dinas Kesehatan Kota Pematangsiantar Dokter Dorlyn Sirait menilai Masta kurang perhatian terhadap bekas gigitan anjing. Apalagi, dibiarkan hingga satu bulan.

Dokter Dorlyn mengungkapkan ada beberapa dampak jelas dari bekas gigitan anjing. Seperti gatal-gatal, kesemutan di bagian gigitan, demam, hingga kejang-kejang.

Katanya, untuk kasus gigitan langsung melakukan langkah-langkah penanganan membilas bekas gigitan dengan detergen, perban, dan segera bawa ke puskesmas.

"Kami mengangajurkan kalau ada gigitan anjing langsung kita paksin manusianya sehingga tidak sampai ke rabies," katanya.

Kata Dorlyn virus rabies menjalar dengan perjalanan 2 milimeter per hari. Makanya, ia mengatakan virus itu akan terasa jika virus itu masuk hingga menyelimuti seluruh saraf manusia.

Halaman
12
Penulis: Tommy Simatupang
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved