Mahasiswa Terduga Penghina Tuhan Wajib Lapor, Kasat Reskrim Puji IQ FMF Di Atas Rata-rata

Yang bersangkutan (FMF) masih berstatus wajib lapor, dan dimintai keterangan

Mahasiswa Terduga Penghina Tuhan Wajib Lapor, Kasat Reskrim Puji IQ FMF Di Atas Rata-rata
TRIBUN MEDAN/DEDY KURNIAWAN
FMF (19) mahasiswa yang sempat melakukan penistaan terhadap Tuhan dan Agama Islam meminta maaf dan mengaku menyesal atas perbuatannya. 

TRIBUN-MEDAN.com, BINJAI - Mahasiswa, FMF (19) yang dituding menista agama masih berstatus wajib lapor ke penyidik Satuan Reserse Kriminal Polres Binjai.

FMF terus dimintai keterangan dan diselidiki motifnya atas dugaan penistaan agama yang jadi sorotan masyarakat.

"Hingga saat ini pemeriksaan masih tetap berjalan. Yang bersangkutan (FMF) masih berstatus wajib lapor, dan dimintai keterangan," jelas Kapolres Binjai, AKBP Nugroho Tri Nuryanto, Rabu (8/5).

Kapolres menambahkan, FMF masih tergolong labil sebagai remaja, sehingga kepolisian dalam penanganan dugaan penista agama mewajibkannya setiap hari wajib lapor. Menurut Kapolres, menyelidiki kasus penistaan agama cukup sulit, karena saksi ahli agama harus datang juga.

Baca: Sempat Atheis, Mahasiswa Fakultas Hukum Penista Tuhan dan Agama Islam Ini Syahadat Lagi

Sementara, Kasat Reskrim Polres Binjai, AKP Wirhan Arif terkesan memuji IQ FMF, katanya, remaja yang masih kuliah semester IV di universitas swasta Medan ini memiliki IQ atau kecerdasan intelektual di atas rata-rata. Kecerdasan intelektual FMF di atas rata-rata dibandingkan remaja seusianya.

"Dia hanya ingin mencari eksistensi Tuhan. Tidak ada sama sekali keinginannya ingin menyakiti umat Muslim. Buku bacaan di rumahnya banyak. Apalagi buku-buku filsafat," ujar Wirhan.

Dia menambahkan, FMF tidak ada melakukan posting ujaran kebencian. Hasil penyelidikan polisi, FMF hanya menanggapi sebuah foto di media sosial Instagram (IG) yang berujung dituding melakukan ujaran kebencian.

"Sudah diambil keterangan oleh tim medik. Cara pemikiran anak ini memang tinggi," ungkap Wirhan.

Sebelumnya, warga Kota Binjai gempar, Senin (6/5) malam. Satu unit rumah berwarna gedongan di Jalan T Imam Bonjol, Kelurahan Setia, Binjai Kota digeruduk oleh ratusan warga meminta seorang remaja bernama FMFdikeluarkan dari rumah.

Informasi dihimpun, amuk massa dari warga sekitar bermula dari terduga pelaku penistaan agama tersebut mengeluarkan ujaran kata-kata yang mencemooh Tuhan dalam media sosial Instagram. Bunyinya bahwa remaja berusia 19 ini menyebut bahwa dirinya beragama islam lantaran dilahirkan oleh orangtua yang menganut agama.

FM yang diketahui anak dari Tauke Emas tak percaya adanya Allah. Atas komentar FM yang masih menimba Ilmu Hukum di Universitas Pancabudi Medan, rumahnya digeruduk oleh seratusan massa sekitar pukul 22.00 WIB. Massa menilai, FM yang merupakan anak kedua dari empat bersaudara ini telah mengeluarkan komentar dalam IG yang diduga mengandung unsur penistaan agama.

Malam itu, Kapolres Binjai, AKBP Nugroho Tri Nuryanto memimpin dialog mediasi perdamaian yang diikuti oleh perwakilan massa dan tokoh masyarakat di Aula Catur Sakti Mapolres. 

FM sudah meminta maaf kepada seluruh umat Muslim di Indonesia dan berjanji tidak mengulangi lagi perbuatannya serta mengucapkan dua kalimat syahadat di depan massa warga dari Kelurahan Setia sekitar 30 orang.

(dyk/tribun-medan.com)

Penulis: Dedy Kurniawan
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved