Viral Medsos

SOSOK Kepala Desa Junaidi yang Mampu Membangun Desanya dari Desa Termiskin Jadi Kaya, Ini Jurusnya!

Kepala desa yang sudah menjabat selama 13 tahun ini memiliki empat jurus andalan dalam upayanya membangun Desa Ponggok

SOSOK Kepala Desa Junaidi yang Mampu Membangun Desanya dari Desa Termiskin Jadi Kaya, Ini Jurusnya!
Facebook.com/miqdar habib hanum
Menteri Keuangan Sri Mulyani saat berswafoto dengan Kepala Desa Ponggok Junaidi Mulyono 

Junaidi mendorong warganya untuk mempelajari ilmu teknologi. Hal itu agar produk-produk di sektor pariwisata, perikanan, pertanian bisa dijual secara online dengan bantuan media sosial sehingga bisa mendorong percepatan pembangunan di desanya.

/////

TRIBUN-MEDAN.COM - Junaidi Mulyono, Kepala Desa (Kepdes) Ponggok, Kecamatan Polanharjo, Klaten, Jawa Tengah.

Junaidi memiliki strategi sendiri dalam memajukan desanya yang sempat masuk dalam daftar desa termiskin di Provinsi Jawa Tengah.

Kepala desa yang sudah menjabat selama 13 tahun ini memiliki empat jurus andalan dalam upayanya membangun Desa Ponggok, yakni:

1. Tata ruang perencanaan yang matang,

2. Badan Usaha  Milik Desa (BUMDes),

3. Sumber Daya Manusia (SDM), dan

4. Ilmu teknologi.

Junaedi menjadi Kepala Desa Ponggok sejak tahun 2006.

Sebelum Junaidi menjabat, pendapatan Desa Ponggok Rp80 juta per tahun.

Tapi setelah ia menjabat, pendapatan desa  meningkat menjadi Rp120 juta per tahun.

Selanjutnya pendapat desa terus semakin meningkat dari tahun ke tahun.

Prestasi Kepala Desa Junaidi ini turut  diunggah kembali akun media sosial facebook @Miqdar Habib Ranum, pada 6 Mei 2019.

"Kini pendapatan Desa Ponggok, Kecamatan Polanharjo, Klaten sudah puluhan milyar (2016= 10M , 2017=12M). Tiap keluarga berani investasikan uangnya 5 juta per KK, PAUD dan tiap RW wajib investasi. Keuntungan yang diperoleh perbulan bisa mencapai 10%," tulis @Miqdar Habib Ranum.

Bahkan ada gebrakan baru yang dilakukan Kepdes Junaidi.

Setiap rumah per Kepala Keluarga (KK) wajib mencetak satu sarjana anak-anaknya dari bantuan kas desa.

"Desa Ponggok terus bergerak maju, meskipun pimpinan daerah terus kisruh, Junaedi menyatuni semua lansia yang ada di desa. Dan mewajibkan setiap satu rumah wajib mencetak satu sarjana dengan  bantuan dari kas desa," jelasnya.

Berikut unggahannya:

DESA P O N G G O K : Sang Kepala Desa HEBAT

Desa Ponggok di Klaten jawa tengah, termasuk desa tertinggal. miskin pengangguran menumpuk , rentenir berkeliaran klo di kita biasanya bank keliling.

Tahun 2006 pemilihan kades terpilih Bpk JUNAEDI jadi Kades, dia bersumpah akan totalitas mengabdi untuk memberikan manfaat bagi masyarakat di desa ya.

Kades Juned langsung menyurati LPPM UGM : memohon dikirim mahasiswa KKN tematik. Langsung di jawab UGM dengan 3 gelombang penelitian.

KKN pertama : mendata kemiskinan & pengangguran
KKN ke 2 : mulai mendata potensi desa
KKN ke 3 : dikirim mahasiswa memetakan Pemberdayaan ekonomi

Dengan database yq lengkap pak kades mulai bergerak :
Bumdes ( badan usaha milik desa ) di bentuk potensi pariwisata air benar benar digarap optimal, wisatawan mulai berdatangan
Perikanan & Pertanian dikawal dengan baik.

Hari ini pendapatan Desa Ponggok,  Kecamatan Polanharjo, Klaten sudah puluhan milyar ( 2016= 10M , 2017=12M)
Tiap keluarga berani investasikan uangnya 5 juta perKk, paud & tiap RW wajib investasi. Keuntungan yq di peroleh perbulan bisa mencapai 10%.

Ponggok terus bergerak maju, meskipun pimpinan daerah terus kisruh, Junaedi menyatuni semua lansia yq ada di desa
Dan Mewajibkan setiap satu rumah wajib mencetak satu sarjana dgn bantuan dari kas Desa.. Keren ga tuh?

Bu Sri Mulyani pun ikut ikutan Gatel berselfi dgn pak kades yang senyumnya bikin warga jd adem..Yang begini seharusnya di Viralkan....

Saat ini sudah puluhan ribu wisatawan  datang ke Desa Ponggok setiap bulannya.

Desa Ponggok juga mengelola peternakan seperti ikan nila dan lainnya.

Bahkan beras yang mampu menghasilkan lebih dari 8 ton dalam sekali panen yang mampu mengangkat pendapatan daerah Desa Ponggok yang terus melonjak.

BUMDes berguna untuk mengelola sektor keuangan yang mampu meningkatkan perekonomian warga di sektor pertanian, peternakan, perikanan dan UKM. 

Junaidi mengelola Sumber Daya Manusia (SDM) di desanya dalam memajukan programnya.

Ia meningkatkan kemajuan SDM warga desanya dengan melakukan banyak-banyak pelatihan, studi banding, ikut seminar, ikut pameran, dan lainnya.

Bahkan mendorong warganya untuk mempelajari ilmu teknologi.

Hal itu agar produk-produk di sektor pariwisata, perikanan, pertanian bisa dijual secara online dengan bantuan media sosial sehingga bisa mendorong percepatan pembangunan di desanya. (*)

Editor: Abdi Tumanggor
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved