Hilang dari Radar, Pesawat Air France Putuskan Mendarat Darurat di Iran, Gara-gara Kerusakan Ini

Pesawat jenis Airbus A340 dari maskapai Air France dilaporkan harus mendarat darurat di Iran di tengah penerbangan menuju India.

Hilang dari Radar, Pesawat Air France Putuskan Mendarat Darurat di Iran, Gara-gara Kerusakan Ini
Daily Mail
Salah satu pesawat milik maskapai penerbangan Air France. 

TRIBUN-MEDAN.com - Sebuah pesawat jenis Airbus A340 dari maskapai Air France dilaporkan harus mendarat darurat di Iran di tengah penerbangan menuju India.

Pesawat dengan nomor penerbangan 218 itu awalnya terbang dari Bandara Charles de Gaulle Paris menuju Mumbai pada pukul 11.00 waktu setempat.

Namun di tengah penerbangan seperti dilansir New York Post dan Fox NewsRabu (8/5/2019), pilot memutuskan untuk bertolak menuju Bandara Internasional Shahid Beheshti di Isfahan.

Menurut kicauan FlightRadar24 di Twitter, pilot sempat mengucapkan squawking 7700 yang merupakan kode adanya keadaan darurat. 

Bahkan sempat menghilang dari radar.

Namun berdasar keterangan Air France, pesawat 218 itu muncul kembali di radar dan mendarat "secara normal" pada pukul 17.00 waktu Paris. 

Menurut Air France seperti diberitakan The Sun, pilot memutuskan mendarat darurat setelah menerima adanya laporan "malfungsi" di bagian sistem ventilasi.

Maskapai berusia 85 tahun itu menjelaskan pilot sudah melakukan "langkah pencegahan" dan menyatakan sudah sesuai dengan prosedur yang diberikan Airbus.

Kantor berita pemerintah Iran IRNA yang mengutip petugas bandara melaporkan terdapat 267 penumpang dan kru kabin dalam pesawat yang semuanya berada dalam kondisi selamat.

Pesawat dilaporkan bertolak menuju Dubai pukul 23.00 waktu setempat di mana Air France menyatakan dilakukan pemeriksaan teknis oleh tim perawatan di sana.

Segera setelah dilakukan pemeriksaan di Dubai, pesawat itu diprediksi bakal kembali melanjutkan perjalanan ke Dubai.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Sempat Menghilang dari Radar, Pesawat Air France Mendarat Darurat di Iran"

Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved