Listrik Mati Lagi, LAPK Medan: Pemadaman saat Ramadan Seolah 'Ritual Wajib' bagi PLN Sumut!

Pemadaman listrik pada setiap Ramadan sudah menjadi ”ritual wajib” PLN Sumatera Utara tiap tahun.

Listrik Mati Lagi, LAPK Medan: Pemadaman saat Ramadan Seolah 'Ritual Wajib' bagi PLN Sumut!
TRIBUN PEKANBARU/TRIBUN PEKANBARU/THEO RIZKY
Foto Ilustrasi: Listrik Padam 

TRIBUN-MEDAN.com - Lembaga Advokasi Perlindungan Konsumen (LAPK) Medan menyesalkan ulah PLN Sumatera Utara melakukan pemadaman listrik di sebagian besar Kota Medan dan Deli Serdang dan wilayah lainnya.

Setelah padam sekitar dua jam lebih pada Kamis (9/5/2019) dini hari atau saat-saat masyarakat Muslim bersiap-siap untuk sahur, kini listrik kembali padam pada Kamis malam sekitar pukul 21.00 WIB. Dan hingga pukul 22.37 WIB listrik belum juga mengalir ke rumah warga khususnya terpantau di beberapa wilayah Kota Medan.

Sekretaris LAPK Medan, Padian Adi S Siregar mengungkapkan, sangat menyesalkan tidak adanya pemberitahuan dari PLN.

"Saat masyarakat sedang melaksanakan sahur. Pemadaman dilakukan secara tiba-tiba tanpa ada pemberitahuan sebelumnya. Kenapa PLN melakukan pemadaman listrik bertepatan di saat umat Muslim melaksanakan sahur, sehingga tidak sedikit pelanggan yang menyampaikan umpatan di media sosial," ucapnya.

Menurut Padian, permohonan maaf yang disampaikan PLN sangat jahu dari harapan dan keinginan masyarakat.

"Respons yang diberikan PLN sangat jauh dari harapan masyarakat, bahkan sengaja memancing kemarahan masyarakat dengan melakukan pemadaman saat momen sakral ibadah keagamaan. PLN paham betul bahwa masyarakat sangat ketergantungan terhadap listrik, sehingga mau tidak mau harus pasrah terhadap pemadaman yang terjadi," pungkasnya.

Berdasarkan catatan pihaknya, tambah Padian, pemadaman listrik pada setiap Ramadan sudah menjadi ”ritual wajib” PLN Sumatera Utara tiap tahun.

"Tradisi pemadaman listrik di bulan Ramadhan secara sporadis saat sahur atau berbuka sepertinya kutukan bagi PLN Sumatera Utara. PLN kerap berjanji tidak akan melakukan pemadaman di bulan Ramadan, tetapi selalu pasti mengingkarinya dan selalu mengucapkan kata mohon maaf disertai alibi terjadi kerusakan pembangkit," lanjut Padian kesal.

"Pembangkit telah dibangun, Kapal pembangkit telah disewa yang katanya listrik Sumatera Utara telah surplus, nyatanya pemadaman tetapi terjadi. Alasan apapun yang disampaikan PLN tidak bisa diterima pelanggan, karena kenapa harus pada waktu sahur. Merujuk pada alibi PLN, kenapa pembangkit selalu rusak di bulan Ramadhan? Tentu PLN Sumatera Utara tidak punya good will untuk melayani pelangan dan tidak profesional yaitu tidak punya manajemen resiko yang baik terhadap perawatan pembangkit," tambahnya lagi mengungkapkan rasa kecewa.

Padian memperhatikan, perbaikan pembangkit yang rusak selalu menjadi alasan klasik. 

LAPK mensinyalir petinggi PLN Sumut sedang mencari kambing hitam terhadap kegagalan manajemen.

"Sikap petinggi PLN yang tidak punya empati kepada umat Muslim. Ini seharusnya mendapat perhatian serius dari Gubsu dan tokoh agama. Karena PLN diduga sengaja memancing kemarahan pelanggan dengan melakukan pemadaman pada waktu sahur. Tokoh agama diharapkan mendesak Gubsu memanggil dan mengimbau PLN tidak melakukan pemadaman pada saat umat beragama sedang beribadah," katanya.

Selain kecewa atas pemadaman listrik, tambah Padian, PLN mestinya harus menjalankan tanggungjawab sosial kepada pelanggan yaitu memberikan kompensasi.

"Selama ini PLN hanya mementingkan aspek bisnis semata, pelanggan dipaksa harus membayar tagihan tepat waktu dan apabila terlambat denda. Tetapi, PLN tidak memberikan kompensasi tagihan atau ganti rugi apabila terjadi pemadaman secara sporadis dan berkepanjangan. Maka, PLN harus berjiwa besar mengakui kesalahan telah gagal memberikan pelayanan bagi pelanggan pada bulan Ramadan," pungkasnya.

Baca: Pembangkit Listrik Ini Tiba-tiba Rusak, PLN Minta Maaf Waktu Sahur Terganggu

Baca: Listrik Padam saat Sahur di Sumut, PLN Apungkan Permohonan Maaf, Sebut Ada Kerusakan di Pembangkit

Terpisah, saat dihubungi Kamis (9/5/2019) sekitar pukul 22.30 WIB, Manajer Komunikasi PLN Wilayah Sumut Rudi Artono mengatakan, terjadi gangguan teknis saat suplay bahan bakar gas di Belawan dari Arun melalui pipa sepanjang 350 KM.

Menurutnya gangguan teknis itu yang menyebabkan listrik kembali padam. 

"Suplay bahan bakar gas untuk MVPP di Belawan dari Arun melalui pipa sepanjang 350 KM mengalami penurunan tekanan. Sehingga tidak bisa sepenuhnya memenuhi kebutuhan pembangkit. Saat ini sedang diupayakan meningkatkan tekanan gas pada pipa tersebut yang membutuhkan waktu antara dua sampai tiga jam sampai mencapai tekanan normal. Kami mohon maaf sebesar-besarnya dan mohon dukungan," jawab Rudi via WhatsApp kepada www.tribun-medan.com.

(fer/tribun-medan.com)

Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved