Sopir Ini Pura-pura Antar Korban Melapor ke Polres Karo, Ternyata Bersekongkol dengan Perampok

Para pelaku kejahatan memiliki modus yang berbeda-beda untuk melancarkan aksinya.

Sopir Ini Pura-pura Antar Korban Melapor ke Polres Karo, Ternyata Bersekongkol dengan Perampok
Tribun Medan/Muhammad Nasrul
Personel Satreskrim Polres Tanah Karo, menggiring para pelaku Curanmor dan Curas, di Mapolres Tanah Karo, Jalan Veteran, Kabanjahe, Kamis (9/5/2019) 

TRIBUN-MEDAN.com - Para pelaku kejahatan memiliki modus yang berbeda-beda untuk melancarkan aksinya.

Seperti tiga pria yang melakukan tindakan pencurian dengan kekerasan dengan modus memberi tumpangan untuk korbannya. Mereka adalah Novendo Barus, Enosta Tarigan, dan Boby Leo Sembiring.

Kasat Reskrim Polres Tanah Karo AKP Ras Maju Tarigan mengungkapkan aksi tersebut dilakukan para pelaku di kawasan Kecamatan Barusjahe, Kamis (2/5/2019).

Dirinya menjelaskan, ketiga pelaku tersebut bertemu dengan korban di Desa Bingkawan, Kabupaten Deliserdang.

"Jadi kebetulan saat korban menunggu di pinggir jalan, para pelaku datang menghampiri mereka dengan menggunakan mobil. Kebetulan pelaku (Novendo) yang bawa mobilnya kenal dengan teman dari korban, kemudian ditawari ikut, tapi korban enggak mau karena penumpangnya laki-laki semua," ujar Ras Maju, Kamis (9/5/2019).

Setelah ditolak, para pelaku kemudian melanjutkan perjalanannya. Namun, sekitar 30 menit kemudian salah Novendo Barus yang membawa mobil, mengajak kedua korban pergi bersama.

Baca: TEREKAM CCTV Aksi Percobaan Perampokan Apotek Kimia Farma, Pelaku Pakai Pistol Mainan

Baca: Petani Karo Khawatir Abu Vulkanik Erupsi Sinabung Bikin Tanaman Gagal Panen

Baca: Ulat Grayak Serang Ribuan Hektare Lahan Jagung di Karo, Dinas Pertanian Semprot Massal

"Karena mengejar waktu, dan teman korban ini sudah kenal sama pelaku, jadi korban mau naik ke mobil pelaku. Korban duduk di sebelah sopir, dan bru Ginting di kursi baris kedua," katanya.

Ras Maju menyebutkan, saat di perjalanan korban sudah menaruh curiga kepada teman-teman sopir yang kebetulan saat di perjalanan menutupi bagian wajahnya. Kemudian, saat tiba di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Kecamatan Dolat Rayat, para korban meminta untuk turun. Namun, sopir sempat menolaknya dengan alasan ingin mengantar para pelaku lainnya ke kawasan Barusjahe yang tidak jauh dari lokasi tersebut.

Tapi karena sudah semakin curiga dan tidak kunjung sampai di tempat yang dituju, korban meminta diturunkan di pinggir jalan, dan akan menghubungi rekannya. Kemudian, saat korban mengeluarkan telepon selulernya, para tersangka mulai bereaksi melakukan penodongan menggunakan senjata tajam di bagian leher dan perut.

"Jadi pas korban mau nelpon temannya, pelaku langsung menodong korban dengan pisau. Di mana korban yang di depan, ditodong oleh pelaku yang di belakang sopir, dan korban yang duduk di baris kedua, ditodong pelaku yang duduk di bangku baris ketiga. Mereka mengancam akan membunuh korban jika tidak menyerahkan seluruh barangnya," ucapnya.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Nasrul
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved