Tersangka Pencurian dengan Kekerasan Ditangguhkan Polrestabes Medan, Ayah Korban Minta Polisi Adil

Tersangka Hendri ini kemarin baru ditangkap pada tanggal 6 Mei 2019 dan baru dapat kabar dilepaskan semalam

Tersangka Pencurian dengan Kekerasan Ditangguhkan Polrestabes Medan, Ayah Korban Minta Polisi Adil
Tribun Medan / Array
Foto Ilustrasi: Mapolrestabes Medan 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Polrestabes Medan menangguhkan tersangka kasus pencurian dengan kekerasan yang dilakukan Hendri (44) terhadap korban Sattya Raj (34) kemarin, Rabu (8/5/2019).

Hal ini disampaikan orang tua korban, Kumar yang merasa heran tersangka yang sudah dilaporkan pada Januari 2019 lalu, berdasarkan Laporan Polisi Nomor: LP/08/K/I/2019/SPKT RESTABES Medan tertanggal 2 Januari 2019.

"Dimana tersangka Hendri ini kemarin baru ditangkap pada tanggal 6 Mei 2019 dan baru dapat kabar dilepaskan semalam," ungkapnya kepada Tribun, Kamis (9/5/2019).

Baginya, bila memang kasus ini akan ditangguhkan maka akan menjadi tendensi negatif bagi kepolisian dalam menangani perkara pidana pemukulan.

"Bagaimana masyarakat bisa percaya lagi dengan kinerja polisi kalau lah kasus perampokan seperti ini tanpa ada perdamaian tapi tersangkanya bisa dilepas," tegasnya.

Ia mengungkapkan bahwa bila kasus ini memang akan dipeties-kan maka akan berdampak negatif bagi visi Polrestabes Medan yaitu 'Terwujudnya pelayanan keamanan dan ketertiban masyarakat yang prima, tegaknya hukum dan keamanan dalam negeri yang mantap serta terjalinnya sinergi polisional yang proaktif.

"Jadi kita meminta keadilan, tersangka yang sudah ditangkap sesuai prosedur (lengkap dengan SPKap) tapi malah dilepaskan oleh Polrestabes Medan. Kalau lah ada perdamaian masih logika, ini sama sekali tidak ada, makanya ini kan aneh membuat masyarakat semakin tidak percaya kepada polisi.

Kumar menambahkan bahwa nantinya bila kasus pemukulan dilepaskan maka berikutnya di Kota Medan berpotensi hukum rimba yang terjadi.

"Ini akan menjadi stigma buruk masyarakat akan menjadi tidak percaya dan ke depan hukum rimba menjadi pilihan karena ini contoh yang tidak baik. Kita juga akan segera melaporkan kasus ini ke Propam Poldasu," bebernya.

Kumar yang didampingi korban Sattya Raj mengungkapkan awal mula kejadian bermula saat Raj menerima uang panjar Rp 7 Juta sebagai uang muka pembelian mobil Grand Livina dari Hendri pada Januari 2019.

Namun, tiba-tiba tersangka Hendri yang merupakan pengusaha mobil bekas di Jalan Jemadi, Medan ini membatalkan membeli mobil itu dan meminta kembali uang panjar tersebut.

"Lalu anak saya selaku korban ditelepon seseorang untuk datang ke ACC Finance di Jalan Glugur Medan untuk mentake-over mobil tersebut. Ternyata, setelah korban datang disitu sudah ada pelaku Hendri dan langsung memaksa korban untuk mengembalikan uang panjarnya tersebut," tuturnya.

Dikarenakan korban tidak membawa uang panjar tersebut, pelaku marah dan langsung merampas dompet korban.

"Di dompet itu berisi uang tunai Rp 1.430.000 dan jam tangan merek Alexander Cristi yang kita perkirakan seharga Rp 2,6 juta. Bahkan, kaminjuga punya video aksi perampokan dan akhirnya melaporkan kejadian itu ke Polrestabes Medan," pungkasnya.

Sementara saat dikonfirmasi Tribun, Kanit Pidum Polrestabes Medan, Iptu Said Husein membenarkan bahwa tersangka Hendri memang benar sudah ditangguhkan.

"Ditangguhkan ya betul," ucapnya.

Saat ditanyai alasan penangguhan, Said menyebutkan harus dikonfirmasi langsung. "Ya nanti kita ketemu konfirmasi langsung, nanti konfirmasi langsung. Sekarang enggak bisa," tutupnya.

(vic/tribunmedan.com)

Penulis: Victory Arrival Hutauruk
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved