TRIBUN WIKI

Pahlawan Nasional Asal Sumatera Utara

Untuk mengenang perjuangan mereka, nama pahlawan itu dijadikan nama jalan di beberapa kota.

Ist
Pahlawan Nasional asal Sumatera Utara. 

TRIBUN-MEDAN.com - Indonesia sudah merdeka selama 73 tahun lamanya. Dan kemerdekaan itu tidak bisa dilepaskan dari perjuangan para pahlawan nasional.

Ada banyak pahlawan nasional di Indonesia, beberapa di antaranya berasal dari Sumatera Utara. Dan untuk mengenang perjuangan mereka, nama pahlawan itu dijadikan nama jalan di beberapa kota.

Siapa saja pahlawan nasional yang berasal dari Sumatera Utara? Yuk kita simak.

1. Sisingamangaraja XII

Sisingamangaraja XII lahir di Bakara tahun 1849 dan wafat di Dairi tahun 1907.  Ia menjadi pemimpin Batak yang melakukan kampanye gerilyawan saat melawan pasukan kolonial Belanda.

Sejak 9 November 1961, Sisingamangaraja XII diangkat oleh pemerintah Indonesia menjadi Pahlawan Nasional.

Sisingamangaraja XII dulunya adalah seorang pemimpin yang populer di antara masyarakat Batak. Ia mulai memimpin pada tahun 1876 menggantikan ayahnya Raja Sisingamangaraja XI yang bernama Ompu Sohahuaon.

2. T. Amir Hamzah

Nama lengkapnya adalah Tengkoe Amir Hamzah Pangeran Indra Poetera yang merupakan sastrawan Indonesia angkatan Poedjangga Baroe dan Pahlawan Nasional Indonesia.

Ia lahir pada tanggal 28 Februari 1911 di Tanjung Pura, Langkat, Sumatera Utara.

Amir lahir di sebuah daerah dengan tradisi sastra yang kuat. Dengan sendirinya kecintaannya akan sejarah, adat-istiadat, dan pengetahuan sastra semakin bertumbuh.

Bagi Amir, Bahasa Indonesia merupakan sebuah simbol dari kemelayuan, kepahlawanan, dan juga keislaman. Rasa cintanya terjadap Indonesia dituangkannya lewat syair-syair yang indah.

Ia wafat pada tanggal 20 Maret 1946 di Kwala Begumit, Binjai. Dan ditetapkan sebagai pahlawan nasional pada tahun 1975.

3. H. Adam Malik

Adam Malik Batubara merupakan mantan Wakil Presiden Indonesia yang ketiga dan pernah menjadi Menteri Indonesia di beberapa Departemen. Salah satunya, Meteri Luar Negeri.

Pahlawan yang lahir di Pematang Siantar, 22 Juli 1917 ini ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional pada tanggal 6 November 1998.

Adam Malik juga pernah terpilih sebagai orang Indonesia pertama yang menjadi Ketua Majelis Umum PBB ke-26 bersama Menteri Luar Negeri negara-negara ASEAN.

4. Letjen. Djamin Ginting

Letjen. Djamin Ginting lahir di Desa Suka, Tiga Panah, Kabupaten Karo pada 12 Januari 1921.

Ia adalah tokoh pejuang kemerdekaan yang menentang pemerintahan Hindia Belanda di Tanah Karo.

Tidak hanya itu, ia juga merupakan seorang petinggi TNI yang berhasil menumpas pemberontakan Nainggolan di Medan pada April 1958.

Djamin Ginting wafat di Ottawa, Kanada, pada tanggal 12 Januari 1921. Ia diangkat sebagai Pahlawan Nasional Indonesia pada tanggal 7 November 2014.

5. TB. Simatupang

Nama lengkapnya adalah Tahi Bonar Simatupang, lahir pada 28 Januari 1920 di Sidikalang, Sumatera Utara.

Ia pernah menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Perang Republik Indonesia (KASAP) hingga tahun 1953. T. B. Simatupang diberikan gelar sebagai Pahlawan Nasional pada tahun 2013.

Ia wafat pada tanggal 1 Januari tahun 1990, di Jakarta. Dan untuk mengenang jasanya, wajah beliau diabadikan pada pecahan uang logam pecahan Rp. 500,- pada tanggal 16 Desember 2016.

6. Dr. Ferdinand Lumbantobing

Ferdinand Lumabntobing merupakan seorang dokter, politis sekaliguspejuang hak asasi pasukan buruh di Indonesia. Beliau lahir di Sibolga pada 19 Februari 1899.

Ia merupakan lulusan sekolah kedokeran STOVIA, pernah menjabat sebagai menteri di berbagai departemen. Sepertim Menteri Penerangan, Menteri Hubungan Antar Daerah, Menteri Transmigrasi dan Menteri Kesehatan.

Selain itu, beliau juga pernah menjabat sebagai Gubernur Sumatera Utara.

F . L. Tobing meninggal di Jakarta, 7 Oktober 1962 dan mendapatkan gelar Pahlawan Nasional pada November 1962.

7. KH. Zainul Arifin

KH. Zainul Arifin merupakan seorang putra tunggal dari raja Barus, Sultan Ramali bin Tuangku Raja Barus Sultan Sahi Alam Pohan dengan perempuan bangsawan asal Kotanopan, Mandailing, Siti Baiyah boru Nasution.

Ia lahir di Tapanuli Tengah tahun 1909. Semasa hidupnya, Zainul Arifin merupakan seorang politisi dan gerilyawan. Ia terbunuh saat peristiwa percobaan pembunuhan yang ditargetkan pada presiden Sukarno pada tahun 1963.

8. Mayjen. D. I. Pandjaitan

Donald Izacus Pandjaitan, atau lebih dikenal dengan D. I. Pandjaitan, merupakan salah satu pahlawan revolusi Indonesia.

Lahir di Balige, 19 Juni 1925, D. I. Pandjaitan merupakan seorang Jenderal angkatan darat yang menjadi salah satu korban pada peristiwa Gerakan 30 September.

Beliau ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional pada Oktober 1965. Untuk mengenang jasa-jasanya dibangun Monumen Pancasila Sakti di Lubang Buaya, Jakarta Timur.

9. Jendral AH. Nasution

Abdul Haris Nasution lahir di Kotanopan, Sumatera Utara, 3 September 1918. Beliau wafat di Jakarta pada 6 September 2000.

A. H. Nasution merupakan seorang Jenderal TNI, yang menjadi salah satu sasaran dalam peristiwa Gerakan 30 September, namun yang menjadi korban adalah putrinya Ade Irma Suryani dan ajudannya, Lettu Pierre Tandean.

Dirinya pernah menjabat sebagai Menteri Pertahanan RI, juga Panglima Angkatan Perang RI. Beliau dianugerahi gelar Pahlawan Nasional pada November 2002.

10. Kiras Bangun

Kiras Bangun adalah seorang Pahlawan Nasional Indonesia. Ia dianugrahi gelar Pahlawan Nasional pada 9 November 2005.

Ia lahir pada tahun 1852 di Batu Karang, Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Perjuanganya dikenal sebagai penentang penjajahan Belanda dengan menggalang kekuatan lintas agama di Sumatera Utara dan Aceh.

Dia dikenal juga dengan nama Garamata. Di akhir perjuangannya kemudian dibuang ke Cipinang bersama kedua anaknya antara tahun 1919-1926.

Kiras Bangun gugur pada 22 Oktober 1942 dan dimakamkan di Desa Batukarang.

(cr12/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved