Bambang Sedih Bayangkan Keluarga saat Ramadan Pertama, Lebaran Terakhirnya di Lapas Tanjung Gusta

Saya sedih membayangkan mereka bisa melawatinya tanpa saya. Apalagi Ramadan pertama saya merasa sedih sekali waktu itu

Bambang Sedih Bayangkan Keluarga saat Ramadan Pertama, Lebaran Terakhirnya di Lapas Tanjung Gusta
TRIBUN MEDAN/VICTORY HUTAURUK
Bambang Irawan, terpidana korupsi kredit fiktif koperasi karyawan PT Pertamina di Bank Rakyat Indonesia (BRI) Agro Medan, akan menjalani masa Lebaran terakhirnya di Lapas Kelas IA Tanjung Gusta Medan. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Bambang Irawan, terpidana korupsi kredit fiktif koperasi karyawan PT Pertamina di Bank Rakyat Indonesia (BRI) Agro Medan,  akan menjalani masa Lebaran terakhirnya di Lapas Kelas IA Tanjung Gusta Medan.

Bambang yang divonis 4 tahun 3 bulan pada 2015 silam dan akan dibebaskan pada bulan Juni akhir mendatang.

Ia mengaku sempat terkejut batin menjadi seorang narapidana yang mana harus jauh dari anak dan istri untuk pertama kali dalam hidupnya.

Dua tahun lalu saya di Rutan, masuk 2015 saya di rutan, hanya karena di luar sudah biasa ibadah puasa dan salat lima waktu, jadi di rutan ini juga sudah biasa.

"Sedihnya karena pisah dari keluarga, saya sebagai kepala keluarga dan sendiri laki-laki, anak saya 2 istri saya 1. Sedih mengingat istri saya dan anak-anak saya. Ramadan kan saat bersama keluarga, saya sedih membayangkan mereka bisa melawatinya tanpa saya. Apalagi Ramadan pertama saya merasa sedih sekali waktu itu," tuturnya.

Namun menjadi narapidana tidak membuatnya menjadi putus asa, malahan hingga saat ini, Bambang dipercaya sebagai Bendahara Masjid At-taubah dan menjadi imam salat serta pengajar.

"Saya pengajar, saya imam, saya pengurus di masjid. Jadi di hari ke 6 ini kita berkegitaan di masjid, mulai pagi, kita ngaji, terus nanti sampai malam. Saya melakukan ini ikhlas, karena saya juga butuh ibadah. Saya juga bendahara disini, bagaimana keuangan dikelola dengan baik, dari jemaah untuk jemaah. Bantuan juga dari pembinaan disini, semua kegiatan yang mendukung agama dan ibadah selalu didukung. Saling kordinasi, ketertiban kenyamanan menjadi prioritas kita di sini," ungkapnya.

Hingga memasuki hari ke-8 bulan puasa, ia mengaku masih tetap full tidak pernah bolong karena hal ini sudah menjadi rutinitas ibadahnya selama empat tahun terakhir.

"Tdak ada kendala sama sekali. Tetap saya lakukan seperti biasa aja, tidak ada halangan," tuturnya.

Ia juga mengaku sangat senang di masa bulan puasa karena ada kesempatan mendapatkan lauk dari keluarganya yang berada di Medan saat berbuka.

Halaman
12
Penulis: Victory Arrival Hutauruk
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved