Deliserdang Bangun PPPUD dan Segera Dibuka, Yuk Intip Dalamnya, Ada Restoran Terapung
Sesuai jadwal yang ditelah ditentukan oleh Pemkab Deliserdang di lokasi ini akan digelar Dekranasda Fair
Penulis: Indra Gunawan |
TRIBUN-MEDAN.com- Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Deliserdang akan menggratiskan setiap tenan ataupun kios yang ada dan dipakai oleh semua pihak di kawasan lingkungan Pusat Promosi Produk Unggulan Daerah (PPPUD).
Setelah selesai dibangun, rencananya PPPUD yang berada di pinggir Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Km 20,2 Desa Tanjung Baru Kecamatan Tanjung Morawa ini akan dioperasionalkan mulai Senin, (13/5/2019).
Dan sesuai jadwal yang ditelah ditentukan oleh Pemkab Deliserdang di lokasi ini akan digelar Dekranasda Fair dan pasar murah menyambut bulan suci ramadhan pada tanggal 16 hingga 22 Mei mendatang.
Kadis Perindag Deliserdang, Ramlan Refis menyebut mereka terpaksa menggratiskan setiap tenan ataupun kios yang ada di PPPUD lantaran hingga kini belum memiliki dasar hukum untuk melakukan pengutipan retribusi.
Hal ini lantaran hingga saat ini DPRD Deliserdang belum mensahkan Ranperda tentang Perubahan Perda Nomor 3 tahun 2012 tentang Retribusi Jasa Usaha. Disebut selama belum disahkan maka tidak diperbolehkan untuk mengambil retribusi.
" Ya untuk sementara ini ya digratiskan dulu lah. Mudah-mudahan sebelum bulan 10 (masa periode dewan berakhir) ini Ranperdanya sudah disahkan, baru bisa didapat retribusinya. Kalau untuk listrik sudah kita siapkan dan itu merekalah yang bayar karena listriknya ini dibuat pakai isi ulang, Kita optimis kalau nantinya ini akan diminati banyak orang,"ujar Ramlan Refis Minggu, (12/5/2019).
Pada saat ini, lanjut Refis pihaknya sudah menseleksi siapa-siapa saja pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) ataupun pihak yang menempati kios-kios di PPPUD. Disebut dalam menseleksi mereka bekerjasama dengan Dinas Koperasi dan UKM. Sengaja seleksi dilakukan untuk mengetahui bagaimana keseriusan mereka nantinya setelah menempati lapak di PPPUD. Bagi yang tidak memiliki keseriusan disebut akan mereka ganti kedepannya.
" Di PPPUD ini juga ada kios untuk dipakai beberapa dinas seperti Dinas Pertanian dan Dinas Perikanan dan Kelautan. Disana nanti mereka akan menempatkan produk-produk unggulannya. Kalau untuk yang food court kita utamakan untuk wirausaha yang sebelumnya pernah berjualan di bandara. Setelah dipindahkan (dari area terminal kedatangan) ke area Railink bandara pendapatan mereka kan menurun makanya kita utamakan mereka,"kata Refis.
Pantauan Tribun Minggu siang, petugas kebersihan masih terus memberesi dan membersihkan area PPPUD ini. Meski sudah tertata rapi area food court namun belum ada pengusaha yang tampak menempatkan perkakasnya. Sementara itu dibagian depan area PPPUD tampak sudah didirikan tenda untuk tempat acara seremonial pembukaan Dekranasda Fair ataupun pasar murah. " Ya sekarang masih sepi mungkin besok atau hari Kamis sudah ada yang jualan. Kalau kami di sini ya membersihkan sajalah,"kata salah satu petugas kebersihan.
Berdasarkan data yang dihimpun area PPPUD ini berdiri diatas lahan seluas 22.802 M2. Digadang-gadang kalau PPPUD ini kedepannya akan menjadi salah satu Icon dari Kabupaten Deliserdang karena seluruh produk unggulan Deliserdang akan mendapat tempat di sini. Saat ini sudah terlihat ada berbagai jenis bangunan yang tersedia. Selain area food court juga ada tempat untuk work shop, kios-kios, ampli heater, rumah pembibitan, play ground, mushola taman cantik dan restoran terapung.
"Kalau untuk restoran terapung ini kita belum dapat orang yang menempatinya. Kita harapkan ada orang yang bakal mempopulerkannya nanti,"kata Refis.
Refis juga menyebut sesuai namanya PPPUD ini bukan semata-mata didirikan untuk aktivitas jual beli produk makanan saja. Dirinya menyebut ini merupakan wadah bagi semua pihak dimana ini merupakan satu-satunya pusat penjualan produk unggulan Kabupaten Deliserdang.
Di PPPUD ini akan menyediakan produk UKM berupa kain tenun dan batik khas Deliserdang, aneka souvenir dan aksesoris, aneka panganan dan aneka produk hasil pertanian seperti jambu madu, jambu king, salak ponti, belimbing sembiring, durian bintana, aneka bibit taman buah dan hasil perikanan lainnya.
Tersedia pula amphitheatre untuk menyaksikan berbagagai pertunjukan seni dan hiburan, adapula workshop untuk mengetahui proses produksi kerajinan Deli Serdang, juga tersedia taman bacaan dan taman bermain anak serta fasilitas internet maupun Wivi fasilitas parkir yang luas di ruang tebuka, toilet, Musholla dan lainnya.
"Intinya PPPUD ini kita buat bukan kayak konsep bazar supaya selalu penuh orang dan ramai orang gitu. Kita lebih mau ini untuk bisa buat edukasi. Jadi kalau anak PAUD ataupun anak SD misalnya mau tau cara menenun ataupun membordir nanti cemana di situlah bisa diketahui. Jadi segala macam produk unggulan di Deliserdang akan di tempatkan di situ. Bagaimana cara buatnya nanti bisa dilihat disitu. Karena kita beri mereka keleluasaan untuk bekerja,"kata Refis.
(dra/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/pusat-promosi-produk-unggulan-daerah.jpg)