News Video

Terpidana Mati Menjadi Guru Pengajian di Masjid Lapas Tanjung Gusta, TONTON VIDEO. .

Terpidana hukuman mati Halim Nasution alias Alem (68) menjadi guru pengajian di Masjid At-taubah Lapas Kelas IA Tanjung Gusta, Medan

Terpidana Mati Menjadi Guru Pengajian di Masjid Lapas Tanjung Gusta, TONTON VIDEO. .
Tribun Medan/victory arrival
Terpidana hukuman mati Halim Nasution alias Alem (68) warga asal Tanjungbalai, Asahan saat membagikan takjil kepada Narapidana di Masjid At-taubah Lapas Kelas IA Tanjung Gusta, Medan. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Terpidana hukuman mati Halim Nasution alias Alem (68) menjadi guru pengajian di Masjid At-taubah Lapas Kelas IA Tanjung Gusta, Medan.

Halim divonis hukuman mati pada 2015 lalu akibat terlibat peredaran sabu seberat 20 kg.

Saat dijumpai www.tribun-medan.com, penampilan Halim tampak lebih tenang dengan mengenakan baju koko dan kopiah putih, Minggu (12/5/2019).

Halim menjelaskan dirinya saat ini sudah bertugas sebagai Tamping Lapas  (Narapidana yang dipercaya dan seolah dipekerjakan di Lapas) di Masjid At-taubah Lapas Tanjung Gusta.

"Awal mulanya, sebelum saya ditempatkan Medan. Saya udah niat kemanapun saya dikirim saya akan cari Masjid dan akan menjadi pengurusnya. Karena waktu di Tanjungbalai saya ibadah diawasi, cara gerak ibadah saya dibatasi. Salat Jumat saja saya gak dikasih keluar. Saya maklum, mereka tidak berani memberi kebebasan karena saya terpidana hukuman mati," tuturnya.

"Di bulan Ramadan ini saya juga punya tugas tambahan itu membagikan takjil bagi narapidana di Masjid," tuturnya.

Ia mengakui waktu hidupnya yang tidak akan lama sempat membuatnya depresi, namun hal itu baginya tidak mengurangi waktu untuk dirinya dekat dengan Allah.

"Gimanalah ya saya sebutnya, pasti rasanya sedih ya, pasti itu tidak bisa saya pungkiri. Tapi dalam segi ibadah, tak ada halangan, biasa aja. Karena Alhamdulilah ini sudah tahun keempat ini tetap menjalankan puasa," tutur Halim.

Halim mengakui bahwa selama 4 tahun di dalam Lapas dirinya tak pernah sekalipun bolong dalam menjalankan puasa.

Bahkan di dalam penjara, Halim mengaku sekarang ini tidak memusingkan THR apa yang akan diberikan pada anak dan istrinya.

"Memang kalau secara hukum Islam, saya lebih tenang di sini. Pertama, saya tidak perlu pikirkan banyak hal, keluarga, THR, uang lebaran, uang belanja. Jadi full beribadah, paling mikirin sehat saja," cetusnya sambil tertawa.

Video wawancara;

Ayo subscribe channel YouTube Tribun MedanTV

(vic/tribunmedan.com)

Penulis: Victory Arrival Hutauruk
Editor: Hendrik Naipospos
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved