Temukan Pergeseran Suara, KPU Sumut Minta Komisioner Kabupaten/Kota Laporkan ke Pihak Berwajib

KPU Sumatera Utara menemukan indikasi adanya pergeseran suara di beberapa Kabupaten dan Kota.

Temukan Pergeseran Suara, KPU Sumut Minta Komisioner Kabupaten/Kota Laporkan ke Pihak Berwajib
TRIBUN MEDAN/FATAH BAGINDA GORBY SIREGAR
Komisioner KPU Sumatera Utara Mulia Banurea. Kepada awak media Mulia mengungkapkan imbaunamnya kepada KPU Kabupaten dan Kota untuk melaporkan siapapun penyelenggara yang berbuat curang. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Proses jalannya rekapitulasi suara tingkat provinsi masih berlangsung.

Sepanjang jalannya perhitungan tersebut, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Utara menemukan indikasi adanya pergeseran suara di beberapa Kabupaten dan Kota.

Hal tersebut disampaikan, Komisioner KPU Sumut, Mulia Banurea. Ia mengatakan siapapun penyelenggara pemilu yang melakukan kecurangan akan dikenakan PKPU nomor 8 tahun 2019 terkait pelanggaran kode etik.

"Kalau menurut saya pribadi, ini kan sudah ditemukan fakta adanya pergeseran suara. Pihak KPU kabupaten dan kota harus melaporkannya kepada pihak berwajib," ujarnya Mulia kepada awak media di sela-sela Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Suara Tingkat Provinsi, Senin (13/5/2019).

Menurut Mulia, hal tersebut diberikan sebagai efek jera bagi penyelenggara yang mencoba bermain-main dengan hak konstitusional rakyat.
.
"Ini juga menjadi pembelajaran bagi kita untuk penyelenggaraan pemilu yang akan datang," tambahnya.

Mulia menyebut ada beberapa indikasi kecurangan terkait pergeseran auara yang ditemukan di Kota Medan, Nias Barat, Nias Induk, Nias Selatan dan Tapteng.

Ia mengatakan pelaku yang sering melakukan pergeseran di kecamatan yaitu oknum yang bertugas di Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK).

"Di tempat tersebut dilakukan perubahan data C1 hologram ke form DAA yakni salinannya," katanya.

Semada dengan Mulia, Komisioner KPU Medan, M.Rinaldi Khair mengungkapkan modus yang dipakai oknum PPK biasanua dengan merubah data soft copy hasil dari C1 plano.

"Di PPK itu masing-masing anggotanya dibekali laptop dan satu laptop sebagai pusat data. Nah pada saat input data ke laptop tersebut jumlah suara itu diubah," katanya.

Menurut Rinaldi, tindakan curang tersebut akan ketahuan, setelah berjalannya pleno terbuka baik di KPU Kabupaten dan Kota maupun provinsi.

"Kami sudah melakukan koreksi data di Medan Belawan, Medan Helvetia. Hari ini KPU Sumut menemukan kejanggalan di Medan Polonia," tambahnya.

Menurut Rinaldi, upaya pergeseran itu tidak diketahui para saksi, tatkala menandatangani hasil print salinan pembacaan rekapitulasi tanpa memeriksa terlebih dahulu.

"Saksi yang cermat akan membaca terlebih dahulu sebekum ia menandatangani kertas itu. Namun kebanyakan saksi langsung menandatangani saja tanpa memeriksa kembali," jelasnya.

(gov/tribun-medan.com)

Penulis: Fatah Baginda Gorby Siregar
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved