TRIBUNWIKI
TRIBUNWIKI: Dua Pujasera di Binjai Ini Menjadi Incaran saat Berbuka Puasa
Simaklah dua Pujasera di Kota Binjai yang menjadi incaran saat berbuka puasa pada bulan Ramadan.
TRIBUN-MEDAN.com,BINJAI - Setiap bulan Ramadan di Kota Binjai terdapat banyak penjual makanan atau takzil untuk berbuka puasa.
Satu di antara Warga Binjai, Yasir Mengatakan di bulan Ramadan 1440 Hijriah, ada dua pusat jajanan serba ada (pujasera) di Kota Binjai yang menjadi tempat incaran saat berbuka puasa, hari Senin, (13/5/2019).
Yasir, Menjelaskan bahwa kedua tempat Pujasera ini, menawarkan makanan-makanan yang lezat serta tempat rencana orang-orang Binjai untuk berbuka puasa bersama teman-temannya atau keluarganya.
"Di Kota Binjai sendiri ada dua tempat pujasera untuk berbuka puasa atau buka puasa bersama dengan teman-teman kantor, teman-teman kuliah, sekolah, atau kekuarga. Pertama itu pasar kaget dan kedua itu kampung kukiner. Dua tempat ini selalu menjadi incaran untuk berbuka puasa dari tahun ke tahun," ujarnya sambil menunggu waktu berbuka puasa di Pasar Kaget.
Kemudian, menurut Yasir kedua tempat tersebut pedagangnya menjual makanannya dengan harga yang ekonomis dan enak. Selain itu, tempat tersebut juga merupakan suatu ikon pusat pedagang menjual makanan serba ada di Kota Binjai.
Nah, simaklah dua Pujasera di Kota Binjai yang menjadi incaran saat berbuka puasa pada bulan Ramadan sebagai berikut.
1. Pasar Kaget
Pasar Kaget ini terletak di Jalan Jenderal Ahmad Yani , Pekan Binjai, Binjai Kota, Kota Binjai. Menurut satu di antara pedagang di Pasar Kaget, Suryani, bahwa setiap harinya Pasar Kaget mulai beroperasional pada pukul 16.00 WIB sampai pukul 01.00 WIB.
Suryani juga mengatakan saat bulan Ramadan 1440 Hijriah Pasar Kaget tersebut menjadi incaran masyarakat untuk berbuka puasa. Karena, di Pasar Kaget terdapat beberapa pedagang yang menjual beraneka ragam makanan tradisonal dan menjual takzil untuk berbuka puasa.
"Ya kalau di pasar kaget ini, di bulan Ramadan memang menjadi tempat incaran bagi masyarakat Binjai sendiri untk berbuka puasa. Karena kan di sini menjual bersneka ragam makanan, takzil juga ada. Hampir setiap bulan puasa banyak warga Binjai makan di sini saat berbuka, ada buka bersama dengan keluarga dan ada juga sama teman-temannya," ujar suryani pedagang Pasar Kaget.
Satu di antara pedagang Nasi Padang, Raja, mengatakan bahwa Pasar Kaget sudah ada lebih kurang sejak tahun 1995. Raja juga menjelaskan bahwasanya dahulu nama jalan tempat Pasar Kaget masih Jalan Bangkatan, namun sekarang menjadi Jalan Jenderal Ahmad Yani.
Raja juga menjelaskan bahwa pedagang Pasar Kaget ada dua, yaitu Pasar Kaget Lama dan Pasar Kaget baru tetapi masih berada di satu jalan. Kalau pasar Kaget baru sudah ada kurang lebih tahun 2000, dan masih menjual beraneka ragam makanan tradisional Indonesia.
"Kalau makanan yang dijual itu, ada nasi goreng, martabak telur, nasi padang, Mi kuah, sate padang, sate madura, jus beraneka buah, ya masih banyak yang lain, kalau takzil ada kurma, beraneka kue dan minuman seperti cendol, sop buah dan es buah, ada dijual di sini," ujarnya.
Raja juga menjelaskan pada setiap saat bulan Ramadan, pukul 17.00 WIB, pengunjung sudah mulai berdatangan dan memesan makanannya untuk berbuka puasa nantinya. Nah, pada pukul 18.00 WIB, tempat ini sudah ramai dipenuhi pengunjung untuk berbuka puasa.
Dalam hal ini juga Raja menjelaskan bahwa pengunjung yang datang tidak hanya dari Kota Binjai saja tetapi dari luar kota tersebut juga ada. Seperti pengunjung dari Kota Medan, Aceh, Bukit Lawang, Langkat, Berandan dan Bahorok.
Raja mengatakan bahwa orang-orang yang datang dari luar Kota Binjai kebanyakan orang perantauan dan musafir (orang yang sedang melakukan perjalanan).
"Ya kebanyakan orang luar Kota Binjai itu, merupakan orang- orang yang merantau dan musafir kalau makan di sini. Ada dari Aceh, Bukit Lawang ,Bahorok, Langkat, Berandan, Medan, Aceh," katanya.
Selanjutnya, satu di antara pengunjung dari Kota Medan, Eko, menjelaskan jika tiap kali datang ke Kota Binjai, Ia selalu singgah ke Pasar Kaget untuk menikmati kuliner dan suasanya malam di Kota Binjai.
Eko mengatakan kali ini datang ke Pasar Kaget untuk berbuka puasa bersama dengan teman-teman kuliahnya yang kebanyakan tinggal di Kota Binjai. Maka dari itu, Pasar Kaget menjadi tempat pilihannya dan teman-temannya untuk berbuka puasa bersama.
"Ya karena teman akrab kuliah saya di Kota Binjai, yang berselogan kota idaman ini. cuma saya juga yang tinggal di Medan, dan mereka bertiga ini di Binjai, jadi saya mengalah dagang ke mari untuk mengadakan buka puasa bersama. Saya naik mobil sama teman juga kuliah juga, memang sering sekali kalu ke binjai pasti makan di Pasar Kaget," ucapnya.
Begitu juga dengan pengunjung Pasar Kaget lainnya yang merupakan warga Kota Binjai, Utami, mengatakan bahwa Pasar Kaget merupakan tempat kuliner favorit masyarakat Binjai dan menjadi tempat incaran di bulan Ramadan.
Kemudian, Utami menjelaskan terkait banyaknya tempat kuliner di Kota Binjai untuk dinikmati tetapi Pasar Kaget masih menjadi tempat utama masyarakat Kota Binjai untuk nongkrong dan menikmati makanan-makanannya.
"Ya tempatnya enak, nuansa pasarnya dapat dan Indonesia kali la. Karena makanannya yang dijual kebanyakan makanan tradisional, serta harganya juga ekonomis dan terjangkau bagi warga Binjai. Kami di sini lagi buka puasa bersama, ini teman-teman sekola dahulu. Hari ini kami berbuka puasa dengan menu ikan bakar, sayur capcai dan minum jus serta es buah," ujarnya.
2. Kampung Kuliner
Pengelola Kampung Kuliner, Warnita, mengatakan Kampung Kuliner diresmikan pada bulan Agustus tahun 2014 dengan mengusung konsep Garden Fresh. Tempat kuliner tersebut terletak di Jalan Soekarno – Hatta, hanya sekitar 100 meter dari Stasiun Kereta Api Binjai, dan 50 meter dari Binjai Supermall, Senin (13/5/2019).
Warnita mengatakan konsep garden fresh diusung karena ingin menciptakan konsep yang berbeda dari cafe-cafe di Kota Binjai.
Kemudian, ia menjelaskan cafe di Kota Binjai banyak cafe yang tertutup, maka Kampung Kuliner menciptakan suasana autdoor atau cafe yang terbuka dan indoor.
Baca: Kampung Kuliner, Tempat Berbuka Puasa Unik saat Jalan-Jalan di Kota Binjai

"Ya kami memang membuat konsep kampung kuliner ini berbeda dengan cafe-cafe yang ada di Kota Binjai. Konsep garden ini untuk menarik perhatian pengunjung, dengan dihiasi lampu-lampu setiap sudut di atas tiang dan lampu hias yang melintang dari satu sudut ke sudut lainnya. Begitu juga didekor dengan ala garden sendiri serta tenda yang dihiasi dengan tirai. Jadi nuansa romantis dan gardennya itu berasa," ujarnya sambil menunjukan hasil dekorasi tempat tersebut.
Warnita juga mengajak pengunjung yang suka selfie atau swafoto, Kampung Kuliner menyajikan banyak spot yang instagram-able. Karena dekorasinya yang begitu indah dan dapat menjadi background foto pengunjung di masing-masing sosmednya.
Tak hanya menawarkan banyak spot foto, Kampung Kuliner juga menawarkan banyak menu makanan dan menu minuman yang tradisional serta yang unik. Selain itu, Warnita juga menjelaskan bahwa harga yang ditawarkan Kampung Kuliner begitu ekonomis.
"Iya kami menawarkan makanan minuman yang tradisional dan unik. Kalau yang unik seperti, Ice Cream Kuburan Mantan, Es Melon Baper, tetapi yang tardisonal itu, pecel, gado-gado, Mi Aceh, nasi padang, minuman Es campur medan serta lainnya. Makanan tardisonal itu ada masakan khas Aceh, masakan khas Padang, dan masakan Jawa serta masakan khas Melayu," katanya.
Dalam hal ini, Warnita mengatakan bahwa menu-menu makanannya juga mengundang daya tarik pengunjung, baik dari dalam kota dan luar kota. Bahkan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo pernah berkunjung ke Kampung kuliner untuk menyantap dan mencicipi kuliner di Kampung Kukiner.
Selanjutnya, Warnita juga menjelaskan pada bulan Ramdan, pengunjung Kampung Kukiner mangkin bertambah banyak. Kemudian, Kampung Kuliner ini juga menjadi tempat incaran para masyarakat Kota Binjai sebagai tempat acara buka puasa bersama.
"Ya di bulan Ramadan 1440 Hijriah ini mangkin bertambah pengunjungnya, karena tempat ini dari tahun ke tahun menjadi incaran untuk tempat berbuka puasa maupun buka puasa bersama. Baik itu nanti pengunjung berbuka puasa bersama dengan keluarga, sahabat dan lainnya," ucapnya.
Warnita juga mengatakan bahwa yang datang ke Kampung Kuliner dari berbagai kalangan, karena pangsa pasar Kampung Kuliner merupakan semua kalangan, baik itu kalangan keluarga maupun muda-mudi di Kota Binjai dan Indonesia.
Kemudian, Warnita menjelaskan bahwa di Kamoung Kuliner hanya ada 7 stand kuliner dan khusus di bulan Ramadan stand ditambah 3 dengan menjual makanan seperti dinsum, serta makanan yang lagi booming saat ini. Selanjutnya Kampung Kuliner setiap harinya buka pada pukul 15.00 WIB sampai pukul 23.00 WIB.
"Ini khusus bulan Ramadan stand-stand kuliner ditambah karena di bulan ramadan ini pengunjung bertambah. Mulai ramainya nanti pukul 17.30 WIB sudah ramai ini pengunjung yang ingin berbuka puasa. Kalau di sini tak ada sistem booking, tinggal datang saja kemari," pungkasnya.
Dari pantauan www.Tribun-Medan.com Kampung Kuliner ini menghadirkan banyak pilihan kuliner, mulai dari Arabika Rooftop, cafe yang berada di lantai, yang menawarkan beragam kuliner unik.
Dari stand yang ada di Kampung Kuliner seperti Ayam Penyet Joko Solo, Mie Sop Kampung, dan RM Sri Langkat yang cukup legendaris. Selain itu di sini ada juga 6 foodstand yakni Sate Alfresco, Chicken Surprise, Mie Aceh Wak Abu, Dimsum KQ Lima, Pecal Bude Murni, dan Kampung Kelapa.
Selanjutnya, satu di antara pengunjung Kampung Kuliner, Evi Marlina, mengatakan bahwa tempatnya sangat rekomendasi sekali untuk berbuka puasa dengan keluarga dan teman-teman. Karena tempatnya ini menyajikan suasana yang sangat fresh dan nuansa garden serta hiasan lampu-lampu.
Evi juga menjelaskan bahwa Ia datang ke Kampung Kuliner untuk berbuka puasa dengan teman-teman satu kantornya serta pasangannya.
"iya dari dahulu kami memang memilih tempat berbuka puasa di sini sama teman-teman kantor, begitu juga tempat ini merupakan tongkrongan kami hampir setiap harinya la. Menun makanannya enak, harganya ekonomis, terus bisa berswafoto dengan suasana yang cukup indah ya di banding tempat lain, karena di Binjai cuman satu yang seperti ini," katanya.
Begitu juga dengan pengunjung yang lain, Firman, mengataka Kampung kuliner merupakan satu-satunya tempat makan yang menawarkan nuansa garden dan penuh dengan hiasan serta makanan yang enak dengan harga ekonomis.
"Ya biasanya kalau tempat seperti ini, apa lagi nuansanya itu berkelas tetapi harga yang ditawarkan kampung kuliner sangat ekonomis, ya nasi goreng aja masih dapat harga Rp 12 ribuan. Kalau cafe lain dengan konsep mewah gini mana dapat harga segitu," pungkasnya.
(cr22/Tribun-Medan.com)