BPODT Gandeng Ritual Kesuburan Pertanian dan Tolak Bala di Dalam Kalender Pariwisata

Basar mengatakan BPODT menggandeng warga Sihaporas dengan maksud agar ekonomi masyarakatnya meningkat.

BPODT Gandeng Ritual Kesuburan Pertanian dan Tolak Bala di Dalam Kalender Pariwisata
Foto Ilustrasi: Keturunan Oppu Pamontang Laut Ambarita mengelar ritual "Mangajjap" di di Desa Sihaporas, Kecamatan P Sidamanik Kabupaten Simalungun, Jumat (28/6/2018). 

TRIBUN-MEDAN.COM, SIHAPORAS-Badan pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT) menggandeng warga Sihaporas melalui ritual "Manganjab" dalam kalender pariwisata.

Basar Simanjuntak, Direktur Pemasaran BPODT mengatakan pesta adat Sihaporas telah menjadi perhatian BPODT sejak pendokumentasian “Ritual Adat Patarias Debata di Sihaporas” pada Oktober 2018 lalu.

"Untuk tahun 2019 ini ritual
Manganjab di Sihaporas menjadi salah satu program yang akan dilaksanakan pada Sabtu 18 Mei 2019 mendatang untuk memicu kegiatan pariwisata yang bersumber dari peristiwa kebudayaan," ujar Basar, melalui telepon di Samosir, Selasa (14/5/2019).

Basar mengatakan BPODT menggandeng warga Sihaporas dengan maksud agar ekonomi masyarakatnya meningkat. Dengan demikian, taraf hidup semakin baik nantinya, sehingga BPODT mendongkrak melaui sektor pariwisata.

Kata Basar, ritual Manganjab sudah masuk dalam kalender pariwisata dan akan berlangsung 18 Mei 2018 Sabtu mendatang. Disampaikannya, Manganjab merupakan satu dari 7 upacara ritual adat peninggalan leluhur, yang memang selalu solid dan konsisten diadakan setiap tahun oleh keturunan Op Manontang Laut A barita di Lumban Ambarita, Desa Sihaporas Kabupaten Simalungun.

Wakil Ketua Lembaga Masyarakat Adat Sihaporas, Oppu Morris menyampaikan, ritual "Manganjab" merupakan doa memohon kesuburan pertanian serta tolak bala oleh Keturunan Ompu Mamontang Laut Ambarita di Desa Sihaporas Bolon.

Katanya, tradisi ini sejak lama dijalankan, dan eksis hingga saat ini meski menghadapi berbagai tantangan. Pelaksanaan ritual ini ditentukan berdasarkan kalender Batak di hari Sihori Purasa dan disesuaikan pada bulan Mei dalam kalender Masehi.

Rangkaian ritual dilaksanakan sampai pukul 15.00 WUB sejak pagi. Kurban dan persembahan disiapkan kepada Mulajadi Nabolon (Tuhan Pencipta Langit dan Bumi), Raja Uti dan Sisingamangaraja, Naga-naga ni Sombaon dari empat penjuru desa dan delapan penjuru angin, kepada leluhurnya Ompu Mamontang laut, dan ruh penggembala semua jenis tumbuhan dan tanaman.

Oppu Morris Ambarita berharap dengan hadirnya BPODT, ritual dan tradisi leluhur nereka semakin terangkat.

Kemudian, secara ekinomi pendapatan masyarakat bisa bertambah dengan target tamu-tamu asing yang berpetualang ke Desa Sihaporas melalui BPODT.

"Semoga dengan hadirnya BPODT, eksistensi Masyarakat adat Lamtoras semakin kuat. Dan semoga kehadiran BPODT bisa membantu kami secara ekonomi," tambahnya.

(jun/tribun-medan.com)

Penulis: Arjuna Bakkara
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved