Gelorakan Gerakan Literasi Nasional, Balai Bahasa Bina Penulis Cerita Anak lewat Temu Sastrawan II

Upaya Balai Bahasa Sumatera Utara (BBSU) terlibat secara istiqamah membidani penciptaan teks-teks sastra anak

Gelorakan Gerakan Literasi Nasional, Balai Bahasa Bina Penulis Cerita Anak lewat Temu Sastrawan II
IST
Peserta Temu Sastrawan II bersama Dr Fairul Zabadi (Kepala BBSU) berfoto bersama usai pembukaan kegiatan yang bertema “Pendayaagunaan dan Proses Kreatif Penulisan Cerita Anak”, Selasa (14/5) di Aula BBSU. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Upaya Balai Bahasa Sumatera Utara (BBSU) terlibat secara istiqamah membidani penciptaan teks-teks sastra anak tidak hanya melalui program sayembara, melainkan juga dengan program pembinaan.

“BBSU mempersembahkan kegiatan Temu Sastrawan II ini dengan cakupan yang lebih luas, khususnya bagi penulis-penulis millineal agar lebih andal dan militan,” ujar Dr Fairul Zabadi (Kepala BBSU) ketika membuka kegiatan yang bertema “Pendayaagunaan dan Proses Kreatif Penulisan Cerita Anak”, Selasa (14/5) di Aula BBSU.

Sebagian besar peserta yang diundang dalam kegiatan ini adalah penulis-penulis muda yang mengikuti Sayembara Menulis Cerita Anak yang berakhir April 2019.

Dr Fairul Zabadi menyatakan bahwa kegiatan ini sebagai wujud kepedulian, kecintaan, untuk kemudian menjadi kewajiban Balai Bahasa Sumatera Utara kepada anak-anak Indonesia, terkhusus anak-anak Sumatera Utara.

Baca: Rumah Zakat Salurkan 1.997 Paket Buka Puasa Pekan Pertama Ramadan

Hasan Al Banna, SPd selaku ketua panitia melengkapi paparan Kepala BBSU bahwa kegiatan ini juga sebagai upaya pelibatan masyarakat untuk menumbuhkembangkan budaya literasi di sekolah dan membangun karakter siswa sekolah dasar dalam rangka Gerakan Literasi Nasional (GLN) 2019.

“Terobosan-terobosan program akan terus digagas agar masyarakat Sumut makin sadar literasi,” tutup Hasan.

Pada kegiatan satu harian ini, selain Kepala BBSU, Prof Sri Milfayetty dan Hembang Tambun diundang sebagai narasumber. Prof Sri Milfayetty merupakan Guru Besar Psikologi Anak Fakultas Ilmu Pendidikan Unimed, juga salah satu juri Sayembara Menulis Cerita Anak Tahun 2019, sedangkan Hembang Tambun adalah penulis sekaligus salah satu pemenang sayembara tahun 2018.

Baca: Menu Buka Puasa Unik di Masjid Agung Binjai

Ketiga narasumber ini menjadi dalihan natolu—tiga bagian penting yang tidak terpisahkan dan saling melengkapi pengetahuan peserta baik dari sisi keterampilan berbahasa tulis (Kepala BBSU), penggalian dan pemahaman tentang psikologi anak sebagai ide/gagasan bercerita (Prof Sri Milfayetty), maupun proses kreatif praktisi penulis cerita anak (Hembang Tambun). Peserta sejumlah 30 orang dengan berbagai latar belakang profesi (mahasiswa, pelajar, guru, jurnalis, wirasawasta) antusias dan bahagia menyimak paparan maupun terlibat aktif bermain dan berdiskusi proses kreatif dengan masing-masing narasumber.

Akhirnya, kegiatan ini berlangsung substansial, kreatif dan jauh dari acara yang bersifat seremoni. Hal ini sesuai dengan harapan Dr Fairul Zabadi bahwa BBSU adalah rumah dan ruang bernaung kreatif bagi masyarakat Sumatera Utara, seluas-luasnya.(*)

Editor: Muhammad Tazli
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved