Haga Juakta Sembiring Tega Tikam Sang Ayah hingga Tewas di Rumahnya karena Tak Suka Dinasehati

Dia menikam dada ayahnya, Sempurna Sembiring hingga laki-laki berusia 57 tahun itu tewas di tempat. Keduanya sempat bertengkar.

Haga Juakta Sembiring Tega Tikam Sang Ayah hingga Tewas di Rumahnya karena Tak Suka Dinasehati
TRIBUN-MEDAN/sumber dokumen Polsek Kuala
Haga Juakta Sembiring Tega Tikam Sang Ayah hingga Tewas di Rumahnya karena Tak Suka Dinasehati . Sempurna Sembiring pria berusia 57 tahun yang tewas ditikam oleh anak kandungnya. Lantaran sering menasihati anaknya tersebut. 

Berdasarkan pemeriksaan awal, Haga mengaku membunuh ayahnya karena kesal terus menerus dinasihati.

Sang ayah yang tinggal di Jalan Samanhudi, Bela Rakyat, Kuala, selalu menyambangi kontrakan Haga.

Setiap siang dan malam dia mengantarkan lauk-pauk untuk putranya itu. Setiap datang dia kerap memberi nasihat.

DERITA BAYI DITUSUK GUNTING IBU KANDUNG saat Menyusui, Amarah Wanita Ini Meluap Bayinya Gigit Puting

Nama Puan Maharani Menguat Jadi Ketua DPR RI, Inilah Lima Prestasi Puan Maharani di Mata Kader PDIP

Tak Punya Ongkos Pulang Kampung, Pria Asal Medan Ini Nekat Sembunyi di Roda Pesawat

“Tersangka ini pemakai narkoba aktif, jenis sabu-sabu sejak 2010.
Sudah berulang kali dia dinasihati ayahnya," ujar Andri.

"Setiap hari ayahnya mengantarkan lauk makanan ke rumah kontrakan tersangka. Itu tadi, setiap kali datang dinasihati. Tadi malam puncaknya, begitu diantar sayurnya dan dinasihati lagi, ada di situ parang ditikamnya ayahnya,” ungkap Andri.

Dijual Sang Ayah dan Diperkosa Kelompok Berandal, Wanita Bakar Diri setelah Polisi Diamkan Kasusnya

Pengacara Pitra Romadoni Nasution Ungkap Kejanggalan Penangkapan Eggi Sudjana, Sebut Ketidakadilan

Tersangka yang sudah mengakui perbuatannya langsung dibawa ke Polsek Kuala. Sementara korban dievakuasi ke Puskesmas Kuala untuk menjalani pemeriksaan medis, sebelum dibawa ke RS Bhayangkara Medan.

Dari lokasi, petugas menyita sebilah parang bergagang kayu, sehelai kaus berkerah berwarna hijau lumut dan singlet berlumur darah.

“Kasus ini masih terus kita dalami. Tersangka dan para saksi masih kita periksa, untuk dimintai keterangannya," pungkas Andri.

(mak/tribun-medan.com)

Penulis: M.Andimaz Kahfi
Editor: Joseph W Ginting
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved