Komunitas Sanggar Teholi, Kumpulan Pemuda Perantauan Nias yang Mengusung Kebudayaan

Lambat laun, jumlah anggota pun bertambah dari generasi pertama sebanyak 22 orang menjadi 33 orang tahun ini dibawah binaan Man Harefa.

Komunitas Sanggar Teholi, Kumpulan Pemuda Perantauan Nias yang Mengusung Kebudayaan
Tribun medan/Alija Magribi
Komunitas Sanggar Teholi saat beraksi di Gelanggang Remaja Provinsi Sumatera Utara, Sabtu (11/5/2019). 

"Ini sesuatu yang sangat membanggakan bagi kita. Mereka tidak malu hadir membawa identitas Nias dan tidak malu mengembangkan budaya Nias di perantauan," ujar purnawirawan berpangkat AKBP ini.

Jadi Lahan Rezeki

Komunitas Sanggar Teholi tampaknya memberi rezeki di tengah kesibukan anggotanya yang mayoritas berstatus mahasiswa. Hal itu dijelaskan oleh Johannes waruwu. Kepada Tribun Medan, ia menceritakan bersama temannya sering dipanggil menampilkan budaya Nias.

"Kalau pas enggak ada pagelaran budaya seperti PRSU, syukur kami sering juga dipanggil oleh masyarakat Nias di Medan ini mengisi acara pernikahan, dan acara-acara dari instansi pemerintah dan swasta. Lumayan lah," ujarnya.

Johannes menambahkan bahwa Komunitas Sanggar Teholi kerap berkumpul melatih ketangkasan tari budaya Nias baik yang nantinya ditampilkan secara klasik maupun kreasi terbaru.

Saat berkumpul tak jarang diselingi masak makanan bersama untuk disantap ramai-ramai.

"Tapi enggak pandai kami masak masakan Nias. Masak makanan tradisional umum aja atau masak nasi goreng. Kalau makan makanan Nias tetap enaknya dikampung," ujarnya seraya tertawa. (cr15/tribun-medan.com)

Penulis: Alija Magribi
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved