Perempuan Iran Dipenjara 10 Tahun Karena Diduga Mata-mata untuk Inggris

Dia diketahui sebagai karyawan British Council yang berbasis di London, Aras Amiri. Dia ditangkap di Iran pada 2018.

Perempuan Iran Dipenjara 10 Tahun Karena Diduga Mata-mata untuk Inggris
Ilustrasi Penjara 

TRIBUN-MEDAN.com-Pengadilan Iran menjatuhi hukuman penjara 10 tahun terhadap seorang warganya yang dituduh sebagai mata-mata Inggris.

Diwartakan Al Jazeera, Selasa (14/5/2019), juru bicara pengadilan Gholamhossein Esmaili mengatakan, perempuan tersebut telah mengaku bekerja sama dengan para pejabat intelijen Inggris.

Otoritas tidak merilis identitas perempuan tersebut. Namun, dia diduga ditugaskan untuk menyusun dan mengelola proyek-proyek terkait infiltrasi budaya.

Tersangka pun telah ditangkap oleh pihak keamanan Iran lebih dari setahun lalu.

Kepada Reuters, seorang teman perempuan yang dijatuhi hukuman itu menyebutkan identitas tersangka mata-mata itu.

Dia diketahui sebagai karyawan British Council yang berbasis di London, Aras Amiri. Dia ditangkap di Iran pada 2018.

Surat kabar Inggris The Telegraph melaporkan, salah satu anggota keluarga Amiri mengonfirmasi penahanan dan hukuman yang diterima perempuan itu.

Kantor Luar Negeri dan Persemakmuran Inggris (FCO) menyatakan keprihatinan terhadap keputusan Iran.

"Kami belum dapat mengonfirmasi rincian lebih lanjut pada tahap ini dan sedang mendesak mencari informasi lebih lanjut," kata juru bicara FCO.

British Council adalah organisasi budaya dan pendidikan yang memiliki cabang di seluruh dunia. Menurut situs web organisasi itu, lembaga itu tidak punya perwakilan di Iran.

Kepala Eksekutif British Council Ciaran Devane mengatakan, lembaganya belum dapat mengonfirmasi identitas perempuan tersebut.

"Rekan kami yang ditahan tahun lalu bukan kepala bagian Iran," katanya.

"British Council tidak memiliki kantor atau perwakilan di Iran, dan kami tidak melakukan pekerjaan apa pun di Iran," katanya.(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Diduga Mata-mata untuk Inggris, Perempuan Iran Dipenjara 10 Tahun"

Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved