Terkait OTT Caleg, Gakkumdu Limpahkan Satu Berkas ke Polres Tanah Karo

Sentra Gakkumdu mengamankan lima orang yang diduga melakukan praktek politik uang

Terkait OTT Caleg, Gakkumdu Limpahkan Satu Berkas ke Polres Tanah Karo
TRIBUN MEDAN/M NASRUL
Ketua Bawaslu Karo Eva Juliani Pandia saat ditemui di kantornya, Minggu (21/4/2019). Dalam tindak lanjut kasus OTT Money Politic, dirinya menyebutkan akan memanggil para saksi, Senin (22/4/2019) besok.  

TRIBUN-MEDAN.com, KABANJAHE - Terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada kasus dugaan politik uang (money politic), kini memasuki babak baru.

Diketahui, beberapa waktu lalu sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu), telah memanggil para saksi dari kasus tersebut.

Berdasarkan pemanggilan itu, selanjutnya sentra Gakkumdu yang terdiri dari Bawaslu, kepolisian, dan kejaksaan itu, menggelar rapat pleno kedua. Ketua Bawaslu Karo Eva Juliani Pandia, mengungkapkan dari hasil rapat pleno tersebut, pihaknya menetapkan satu berkas yang dilanjutkan untuk dilakukan tahap selanjutnya.

"Jadi dalam pembahasan kedua itu berdasarkan pendapat kita bertiga, dari dua kasus yang kita tangani, satu kasus yang masuk ke dalam tahap selanjutnya," ujar Eva, Selasa (14/5/2019).

Eva mengungkapkan, saat ini berkas dari tangkapan tersebut telah dilimpahkan ke Polres Tanah Karo. Dirinya menyebutkan, pihak yang terlapor dari berkas tersebut adalah seorang oknum Calon Legislatif (Caleg) berinisial JP, yang ditangkap di kawasan Kecamatan Tiga Binanga.

Eva mengungkapkan, satu kasus terpaksa dihentikan karena tidak memiliki alat bukti yang cukup. Dirinya menyebutkan, yang kasus yang tidak dilanjutkan adalah tangkapan di Jalan Samura. Sebelumnya, pada saat penangkapan diduga aksi tersebut untuk memenangkan salah satu Caleg berinisial SB.

"Satu kasus kita hentikan, karena tidak memenuhi unsur sebagai tindak pidana Pemilu," ucapnya.

Dirinya mengungkapkan, dari kasus yang diungkap di Kecamatan Tiga Binanga sudah memenuhi unsur, dan saat ini sudah masuk dalam tahap penyidikan. Dirinya menyebutkan, kasus tersebut saat ini telah dilimpahkan ke pihak Polres Tanah Karo untuk dilakukan proses selanjutnya.

"Sudah kita naikkan ke tahap penyidikan, nanti akan kita tunggu hasil dari mereka (kepolisian), selanjutnya akan kita lakukan gelar lagi untuk pembahasan ketiga," katanya.

Dirinya mengungkapkan, setelah dilakukan pembahasan atau rapat pleno ketiga, maka kasus tersebut sudah ditangani oleh kejaksaan. Nantinya kalau sudah memenuhi unsur, maka berkas perkaranya sudah lengkap atau P21. Namun, jika kejaksaan mengatakan kasus tersebut belum cukup bukti maka akan dikembalikan lagi ke kepolisian untuk kelengkapan berkas.

Sebelumnya, Sentra Gakkumdu mengamankan lima orang yang diduga melakukan praktek politik uang Senin (15/4/2019) malam lalu. 

Dari seluruh pelaku, empat di antaranya terbukti tertangkap tangan sedang membawa uang tunai yang diduga akan digunakan sebagai teknik memenangkan Calon Legislatif (Caleg).

Eva menambahkan, nantinya oknum yang terlibat akan dikenai undang-undang nomor 7 tahun 2017, pasal 523 ayat 2. Yang di dalamnya melarang setiap peserta pemilu melakukan kampanye dalam bentuk apapun pada masa tenang. Bagi setiap pihak yang melanggar, akan dikenai hukuman empat tahun penjara, dan denda sebanyak Rp 48.000.000.

(cr4/tribun-medan.com) 

Penulis: Muhammad Nasrul
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved