Pemprov Dukung Penuh Komite Advokasi Daerah Bersihkan Sumut dari Korupsi

Muhammad Fitriyus menegaskan Pemerintah Provinsi Sumut mendukung Komite Advokasi Daerah (KAD) Provinsi Sumut.

Pemprov Dukung Penuh Komite Advokasi Daerah Bersihkan Sumut dari Korupsi
TRIBUN MEDAN/SATIA
Ketua Koordinasi dan Supervisi Pencegahan dan Penindakan Korupsi Terintegerasi Sumatera Utara Muhammad Fitriyus memimpin rapat Komite Advokasi Daerah di ruang rapat Kaharuddin Nasution Lantai 8 Kantor Gubernur Sumut Jalan Pangeran Diponegoro Medan, Rabu (15/5/2019). 

Ketua Kadin Sumut Ivan Iskandar Batubara memastikan para pengusaha siap untuk mendukung KAD. Menurutnya dengan berjalan baiknya KAD maka akan membantu lahirnya entrepreneur sejati yang akan membangun daerahnya dan memberikan pemasukan besar kepada Sumut.

“KAD yang berjalan dengan baik akan membantu Sumatera Utara melahirkan entrepreneur sejati, entrepreneur yang akan membantu daerahnya berkembang. Walau begitu sudah saatnyalah kita berbenah, kita harus menjadi entrepreneur bagi yang selama ini menjadi pemburu rente. Kita memang ber-mindset profit, tetapi kita juga punya keinginan besar untuk membangun daerah sendiri,” tegas Ivan.

Ketua Korsupgah KPK untuk Sumut Azril Zah mengatakan pencegahan merupakan salah satu tindakan yang sangat penting dalam pemberantasan korupsi, karena tujuannya untuk menghentikan rantai dan mempersempit kesempatan untuk korupsi.

“Selama ini kita lebih sering melihat bagian penindakan KPK, padahal pencegahan itu sangat penting. Bila kita tidak melakukan pencegahan maka bupati satu, dua, tiga, empat dan seterusnya yang ditangkap. Dengan pencegahanlah kita bisa menghentikan ini. KAD salah satu dari cara KPK untuk mencegah terjadinya korupsi,” tegasnya.

Selain dengan KAD, KPK juga memanfaatkan teknologi untuk mencegah terjadinya tindakan korupsi khusus pajak, terutama untuk hotel dan restauran.

“Selain KAD, kita juga memiliki alat untuk mencegah terjadinya korupsi yaitu tapping box. Tapping box ini diinstalasi di hotel dan restauran untuk melihat transaksi di hotel dan restauran tersebut. Jadi, hotel dan restaurannya tidak bisa bohong berapa pendapatan mereka. Saat ini KPK sudah bekerja sama dengan Medan, Deliserdang dan Pematang Siantar. Tiap daerah kita pasangi sekitar 200-300 tapping box,” tambahnya.

(cr19/Tribun-Medan. com)

Penulis: Satia
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved