Pilpres 2019

PRABOWO - Terbaru, Tantangan KPU pada Tim Prabowo - Sandi, Adu Data di Rapat Pleno Terbuka

PRABOWO - Terbaru, Tantangan KPU pada Tim Prabowo - Sandi, Adu Data di Rapat Pleno Terbuka

PRABOWO - Terbaru, Tantangan KPU pada Tim Prabowo - Sandi, Adu Data di Rapat Pleno Terbuka
TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR
PRABOWO - Terbaru, Tantangan KPU pada Tim Prabowo - Sandi, Adu Data di Rapat Pleno Terbuka 

TRIBUN-MEDAN.COM - PRABOWO - Terbaru, Tantangan KPU pada Tim Prabowo - Sandi, Adu Data di Rapat Pleno Terbuka.

//

Komisioner KPU Wahyu Setiawan angkat bicara atas tuduha BPN tim Prabowo - Sandi dan penolakan hasil penghitungan perolehan suara Pilpres 2019

//

Baca: AMIEN RAIS Sasar Wiranto, Ancam Bawa ke Mahkamah Internasional, Kabar Rizieq Shihab Ikut Dipolisikan

Baca: VERA OKTARIA - Pengejaran Oknum Anggota TNI Deri Permana ke Jawa, Kodam Imbau Prada DP Serahkan Diri

PRABOWO - Terbaru, Tantangan KPU pada Tim Prabowo - Sandi, Adu Data di Rapat Pleno Terbuka
PRABOWO - Terbaru, Tantangan KPU pada Tim Prabowo - Sandi, Adu Data di Rapat Pleno Terbuka (Facebook/DigdayaTV)

Komisi Pemilihan Umum menantang Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno untuk adu data di rapat pleno terbuka rekapitulasi nasional.

Hal ini disampaikan Komisioner KPU Wahyu Setiawan menanggapi sikap BPN yang menolak hasil penghitungan suara oleh KPU.  

Wahyu menilai sikap BPN tersebut tidak sejalan dengan sikap saksi mereka yang ikut dalam rapat pleno rekapitulasi nasional di Kantor KPU.

Komisioner KPU RI, Wahyu Setiawan
Komisioner KPU RI, Wahyu Setiawan (TRIBUN MEDAN/Mustaqim)

Menurut dia, sejauh ini saksi dari Prabowo-Sandi belum pernah menyandingkan data hasil pilpres milik mereka di tiap provisi yang diklaim berbeda dengan hasil penghitungan KPU.

"Tidak bijak membangun narasi ada kecurangan, tetapi dalam rapat pleno rekapitulasi justru tidak menunjukkan data-data yang mereka miliki," kata Wahyu saat dihubungi Kompas.com, Rabu (15/5/2019).

Baca: Pria WNI Nekat Terobos Bandara di Malaysia, Sembunyi di Roda Pesawat, Ngotot Mau Pulang ke Medan

Baca: KISAH Heroik Benny Moerdani - Kopassus: Teroris Bajak Pesawat Garuda Jakarta-Medan, Aniaya Pramugari

Padahal, lanjut Wahyu, rapat itu harusnya menjadi ajang adu data bagi semua pihak yang berkepentingan dengan hasil pemilu. Setiap saksi dari pasangan calon maupun partai politik bisa mengkroscek lagi hasil rekapitulasi KPU dengan data yang masing-masing telah mereka pegang.

Halaman
1234
Editor: Salomo Tarigan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved