Stok Blangko e-KTP Menipis, Kadisdukcapil Karo Ajukan Permohonan 4000 Keping

Diketahui, saat ini stok blangko e-KTP di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Karo, sudah menurun drastis.

Stok Blangko e-KTP Menipis, Kadisdukcapil Karo Ajukan Permohonan 4000 Keping
TRIBUN MEDAN /Muhammad Nasrul
Stok Blangko e-KTP Menipis, Kadisdukcapil Karo Ajukan Permohonan 4000 Keping. Kasi perpindahan penduduk Disdukcapil Karo¬†Deddy santara Surbakti, menunjukkan beberapa lembar blangko e-KTP yang tersedia di Disdukcapil Karo, Jalan Veteran, Kabanjahe, Rabu (15/5/2019). Saat ini, stok blangko e-KTP di Disdukcapil Karo tinggal sekitar 200 keping.¬† 

Untuk itu, dengan tingginya permintaan dari masyarakat, dirinya mengatakan pihaknya telah meminta pasokan blangko kepada pusat.

"Memang kita enggak ada pasokan pasti, cuma kalau misalnya sudah tipis seperti sekarang kita langsung minta lagi. Ini petugas kita tadi sudah berangkat untuk menjemput blangko. Mungkin senin sudah bisa digunakan, karena mereka di sana dua hari, terus Sabtu kan libur," ungkapnya.

Indra mengaku, pada proses pengajuan kali ini pihaknya meminta sekitar 4000 keping blangko. Namun, untuk blangko yang tiba nantinya sesuai dengan ketersediaan dan pertemuan dari pusat.

Warga Pematangsiantar Mengeluh 3 Bulan Kekurangan Air, PDAM Tirtauli Sebut Faktor Alam

KEABSAHAN Pilpres setelah Ditolak Prabowo, Gerindra Pastikan tak Mengadu ke Mahkamah Konstitusi (MK)

Akhirnya Gadis ABG yang Buka Baju saat Sahur On The Road Minta Maaf, Motif Awalnya Terungkap

"Kalau pengajuan kan enggak salah, tapi nanti gimana pusat. Karena mereka melihat lagi berapa kebutuhan kita, dan apakah bisa untuk memenuhi permintaan daerah-daerah lainnya," katanya.

Pria berkacamata itu mengungkapkan, dari seluruh pemohon e-KTP, kebanyakan yang melakukan perekaman dari usia muda yang baru menginjak 17 tahun.

Selain itu, pihaknya juga mendata blangko terpaksa karena banyaknya masyarakat yang melakukan perubahan elemen.

"Perubahan elemennya itu misalnya dari belum kawin menjadi kawin, untuk yang sudah pisah, kemudian minta mutasi untuk yang pindahan, sama yang misalnya pecah Kartu Keluarga karena sudah menikah, kan harus dicetak ulang KTP nya," pungkasnya.

(cr4/tribun-medan.com) 

Penulis: Muhammad Nasrul
Editor: Joseph W Ginting
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved