Warga Pematangsiantar Mengeluh 3 Bulan Kekurangan Air, PDAM Tirtauli Sebut Faktor Alam

Terputusnya air bersih dari PDAM Tirtauli yakni di Jalan Farel Pasaribu, Jalan Sisingamangaraja, dan Jalan Kain Batik Kota Pematangsiantar.

Warga Pematangsiantar Mengeluh 3 Bulan Kekurangan Air, PDAM Tirtauli Sebut Faktor Alam
Tribun Medan / doc
Warga Pematangsiantar Mengeluh 3 Bulan Kekurangan Air, PDAM Tirtauli Sebut Faktor Alam. Ilustrasi air mati 

Apriani warga Setia Negara Jalan Sisingamangaraja Kecamatan Siantar Sitalasari kecewa dengan penanganan petugas PDAM Tirtauli.

Hamili Siswi SMK, Pria Ini Hanya Mau Bertanggung Jawab Jika Diberi Uang Rp 7 Juta dan Motor Ninja

LIGA 1 2019, Jadwal Lengkap dan Siaran Langsung Pekan Pertama, Semuanya Digelar pada Malam Hari

Mahasiswa Berpura-pura jadi Petugas Pemeriksa agar Bisa Makan KFC Gratis,Terbongkar Setelah 2 Tahun 

Katanya, air hanya hidup sekitar pukul 10.00WIB pagi. Ia merasa petugas tidak menanggapi hal ini.

“Daerah kami Setia Negara, air harus jam 10 pagi baru hidup itu pun kecil. Entah gimana ini PDAM di Siantar ini. Masyarakat sudah mengeluh tapi tidak ditanggapi,"ujarnya.

Tak hanya itu, warga lain yang mengaku tinggal di Jalan Vithayudha mengungkapkan air hanya hidup sekitar pukul 23.00WIB hingga pukul 02.00WIB. Ia juga mengatakan daerah tetangga bisa hidup 24 jam dan lancar. Hal ini jiga terjadi di Jalan Kain Batik.

IDI Akhirnya Angkat Bicara soal Kontroversi Dokter Ani Hasibuan dan Jejak Digitalnya

Gadis Cilik Kirim Rp 50.000 Untuk Penelitian Naga, Begini Jawaban Perdana Menteri Selandia Baru

"Jalan kain batik tengah malam baru hidup air, selalu begadang menunggui,"ujarnya.

Menanggapi hal ini Humas PDAM Tirtauli Kota Pematangsiantar Rosliana Sitanggang mengatakan matinya air di daerah tersebut karena faktor debit air yang rendah.

Katanya, umbul yang berada di Nagahuta yang mengaliri daerah tersebut sedang dilanda kekeringan. Mata air juga sedang tidak naik.

Rosliana mengatakan umbul itu tergantung pada faktor alam (cuaca). Saat ini, katanya sedang mengalami musim kemarau.

HASIL RESMI Pleno; Semua Pemilih di 4 Kabupaten Ini “Coblos” Jokowi, Prabowo Nol, Partisipasi 100%

Jokowi Panggil 2 Mantan Petinggi TNI, Bahas Kemungkinan Terburuk Pasca-penetapan Presiden Terpilih

"Gak naik mata airnya. (Ketergantungan)Karena faktor alam (cuaca). Daerah itu memang tergantung ke situ (umbul nagahuta)," katanya.

Saat disinggung solusi karena masyarakat sudah berbulan-bulan mengalami hal itu, Rosliana menyarankan warga untuk menghubungi call centre untuk mengajukan mobil tangki berisi air bersih.

"Solusinya kita sudah sediakan mobil tangki air bersih. Bisa ditelfon. Kita sudah buat iklan di koran,"pungkasnya.

(tmy/tribun-medan.com)

Penulis: Tommy Simatupang
Editor: Joseph W Ginting
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved