Diduga Ada Penggelembungan Suara Panwas Percut Minta Penghitungan Ulang di 7 TPS Desa Cinta Damai

Selain adanya kotak suara yang belum ditemukan faktor lain yang membuat mengapa rekapitulasi berjalan lama adalah karena adanya penghitungan ulang

Diduga Ada Penggelembungan Suara Panwas Percut Minta Penghitungan Ulang di 7 TPS Desa Cinta Damai
TRIBUN MEDAN/Indra Gunawan Sipahutar
Diduga Ada Penggelembungan Suara Panwas Percut Minta Penghitungan Ulang di 7 TPS Desa Cinta Damai. Penghitungan ulang surat suara untuk Desa Cinta Damai dilakukan di GOR Lubukpakam Kamis, (16/5/2019). 

Deliserdang menjadi salah satu Kabupaten di Sumatera Utara yang belum menyelesaikan rekapitulasi di tingkat Provinsi hingga saat ini.

 

Arief Poyuono Ajak Pendukung Prabowo Tak Bayar Pajak, Dedi Mulyadi Balas Dengan Komentar Menohok

DOKTER ANI HASIBUAN DIPANGGIL POLISI? Fahri Hamzah Singgung Nama Jokowi di Media Sosial

Bupati Deliserdang Laksanakan Safari Ramadhan 1440 H di Pagar Merbau.

Komisioner KPU Sumut, Benget Silitonga sempat meninjau jalannya rekapitulasi di GOR Lubukpakam. Ia menyebut kedatangannya untuk memastikan bagaimana perkembangan dan situasi rekapitulasi.

Ia berharap agar rekapitulasi ini dapat terus berjalan dengan baik.

"Kita baru dapat waktu perpanjangan sampai tanggal 18 untuk rekapitulasi tingkat Provinsi, Kabupaten dan Kecamatan. Makanya hari ini kita datang memonitor perkembangan-perkembangan. Ya harapan kita malam ini bisa siap untuk tingkat Kecamatan dan besok bisa dilakukan rekap tingkat Kabupaten. Di Sumut tinggal Deliserdang dan Nias Selatan saja yang belum, "kata Benget.

 

Walhi Merasa Berjuang Sendirian di Jalur Litigasi Terkait Izin PLTA Batangtoru

Tanggapi Manuver Prabowo Tolak Rekap KPU dan MK, Hendropriyono Bicara soal Kudeta!

Benget berpendapat banyak hal yang membuat mengapa rekapitulasi dibeberapa daerah berjalan lama seperti di Kabupaten Deliserdang ini.

Selain jumlah TPS yang begitu banyak dan adanya persoalan-persoalan dan ketidaksepakatan dari saksi-saksi membuat rekapitulasi berjalan lama lantaran ya adanya pembukaan kota suara.

Ia tidak sependapat kalau masalah ini besar kaitannya karena selama ini Bimbingan Teknis yang sudah dilakukan kepada jajarannya tidak berjalan efektif atau masih kurang.

 

HMI Sumatera Utara Minta Tak Gunakan Lagi Istilah People Power, Ajak Masyarakat Berpikir Positif

KABAR TERKINI THR dan Gaji ke-13 PNS Molor, Akhirnya Menkeu Sri Mulyani Tegaskan Tanggal Pencairan

"Ini jangan hanya dilihat terlambat saja. Ini bagian dari transparasi kami bahwa di proses rekap itu ada saksi yang keberatan, ada komplain dan terakhirnya buka kotak. Itu sesuatu yang harus kami lakukan supaya menunjukkan akuntabilitas kami. Kami bisa saja mau cepat tapi enggak kami pilih,"ujar Benget.

Komisioner KPU Sumut, Benget Silitonga (kanan) ketika meninjau rekapitulasi di GOR Lubukpakam Rabu, (15/5/2019).
Komisioner KPU Sumut, Benget Silitonga (kanan) ketika meninjau rekapitulasi di GOR Lubukpakam Rabu, (15/5/2019). (TRIBUN MEDAN/INDRA GUNAWAN SIPAHUTAR)
 

Apa yang telah dilakukan merupakan cara KPU menunjukkan kepada semua pihak tidak ada yang ditutupi.

"Ya setelah dibuka kotak baru akhirnya ketemu. Kita sepakat juga dengan hal ini. Saya rasa banyak variabel lain mengapa bisa seperti ini kondisinya (banyak kotak yang dibuka), bukan karena Bimtek (yang pernah dilakukan tidak dicerna dengan baik oleh penyelenggara) juga. Ya bisa jadi ya petugas kita kurang profesional, bisa juga di tingkat TPS salah menyalin tapi saya rasa bukan penyelenggara saja yang bisa salah. Soalnya partai-partai juga salinannya berbeda-beda," kata Benget.

(dra/tribun-medan.com)

Penulis: Indra Gunawan
Editor: Joseph W Ginting
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved