Pasang Taktik 'Gertak Sambal' Perang, Donald Trump Berharap Bisa Negosiasi dengan Iran

Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Rabu (15/5/2019), meyakini bahwa Iran akan "segera" meminta untuk dapat bernegosiasi dengan AS

Pasang Taktik 'Gertak Sambal' Perang, Donald Trump Berharap Bisa Negosiasi dengan Iran
AFP / SAUL LOEB
Presiden AS Donald Trump saat mengunjungi perbatasan selatan di California yang berseberangan dengan Meksiko, Jumat (5/4/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Rabu (15/5/2019), meyakini bahwa Iran akan "segera" meminta untuk dapat bernegosiasi dengan AS, menyusul peningkatan ketegangan yang terjadi antara Washington dengan Teheran.

Trump juga membantah adanya perselisihan yang terjadi di Gedung Putih mengenai pengambilan langkah-langkah yang menurut para kritikus berisiko memicu terjadinya perang baru di Timur Tengah.

"Pendapat yang berbeda diungkapkan dan saya yang menentukan serta membuat keputusan final. Ini adalah proses yang sangat sederhana," tulis Trump di Twitter.

"Semua sisi, pandangan, dan kebijakan tercakup. Saya percaya Iran akan segera ingin bernegosiasi," lanjut Trump, Rabu (15/5/2019). 

Pemerintah AS dalam beberapa hari terakhir, telah mengumumkan sejumlah keputusan yang berkaitan dengan hubungannya dengan Iran.

Terbaru, pada Rabu lalu, Washington telah memerintahkan para staf diplomatnya yang tidak penting untuk meninggalkan kantor kedutaan besar dan konsulatnya di Baghdad dan Ardil.

Ini setelah mengklaim adanya ancaman terhadap warga negara AS dari milisi Irak yang berhubungan dengan Iran.

Sebelumnya, Pentagon telah memerintahkan pengerahan kapal induk, kapal amfibi, pesawat pembom, hingga sistem pertahanan udara ke kawasan Teluk.

Dikabarkan bahwa anggota Kongres dari Partai Demokrat telah menuntut penjelasan dari pemerintahan Trump tentang informasi ancaman Iran. 

Juga diperingatkan bahwa legislatif AS belum menyetujui tindakan militer ke kawasan Teluk.

Trump, sebelumnya juga mengatakan bahwa dirinya bisa bertemu dengan para pemimpin Iran dalam rangka mengupayakan perjanjian yang lebih penting, serta memberi Teheran masa depan yang dibutuhkannya.

Pernyataan Trump itu datang bersamaan dengan keputusannya menjatuhkan sanksi baru terhadap Iran, yang mengatakan akan kembali melakukan pengayaan uranium dan mengabaikan kesepakatan nuklir 2015.

Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved