SMK Immanuel Medan Berikan Servis Gratis sebagai Bentuk Pengabdian kepada Masyarakat

Kegiatan ini diselenggarakan di lingkungan SMK Immanuel Medan, Jalan Gatot Subroto nomor 325, Medan

SMK Immanuel Medan Berikan Servis Gratis sebagai Bentuk Pengabdian kepada Masyarakat
TRIBUN MEDAN/SEPTRIANA AYU SIMANJORANG
Sebagai bentuk pengabdian masyarakat, SMK Immanuel Medan menyelenggarakan Servis Sepeda Motor Gratis, Rabu (15/5/2019). Kegiatan ini diselenggarakan di lingkungan SMK Immanuel Medan, Jalan Gatot Subroto nomor 325, Medan. 

TRIBUN-MEDAN.com - Sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat, SMK Immanuel Medan menyelenggarakan Servis Sepeda Motor Gratis, Rabu (15/5/2019).

Kegiatan ini diselenggarakan di lingkungan SMK Immanuel Medan, Jalan Gatot Subroto nomor 325, Medan.

"Sebenarnya yang namanya pendidikan itu, harus ada tiga pilar, yaitu pengajaran, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Servis gratis ini sebagai bentuk pengabdian kami pada masyarakat," ujar Ketua Yayasan Perguruan Immanuel, Immanuel Munthe.

Sedangkan untuk penelitian, pihak sekolah mendorong anak-anak agar melakukan penelitian, mengembangkan, dan menciptakan sesuatu yang bisa berguna untuk orang lain.

"Kita melakukan servis sepeda motor gratis ini setiap tahun. Kita gandeng dunia usaha sehingga kita juga bisa memberikan fasilitas gratis ganti oli," ujarnya.

Immanuel mengatakan kegiatan servis sepeda motor ini dilakukan setiap tahun dan pihaknya selalu mendapatkan respon positif dari masyarakat.

Tahun ini servis sepeda motor gratis diselenggarakan selama tiga hari, tepatnya pada 15 hingga 17 Mei 2019. Acara ini berlangsung mulai pukul 08.00 WIB hingga 17.00 WIB.

Pada kegiatan ini seluruh jenis sepeda motor yang akan diservis diterima tanpa ada batasan merek. Servis ini dilakukan oleh 20 orang siswa kelas 2 SMK Immanuel Medan.

"Siswa yang kita pilih adalah siswa yang memang berprestasi. Jadi ini juga bisa memacu siswa untuk sungguh-sungguh belajar agar bisa ikut kegiatan seperti ini," ujarnya.

Sebelum diberikan kepada pemilik, hasil kerja siswa-siswa ini akan diperiksa mekanik dari Pusdiklat Suzuki Immanuel Medan.

Sementara untuk las, pengerjaannya akan dilakukan oleh siswa Teknik Kendaraan Ringan yang sudah berhasil membuat 100 tempat tidur asrama dengan sistem las.

"Meski mereka siswa TKR, mereka punya kemampuan lebih, yaitu mengenai las. Hal ini tentunya sangat bermanfaat karena di sini juga ada kursus untuk las. Jadi jika ada siswa yang berkeinginan langsung kerja usai tamat sekolah, masuk saja ke SMK Immanuel Medan," katanya.

Tak hanya sepeda motor, di acara ini juga terdapat gratis las. Menurut Kepala Sekolah SMK Immanuel Medan, Hormat Parningotan Sipahutar kegiatan ini juga dilakukan untuk mengajak siswa menyumbangkan kemampuan mereka pada masyarakat.

"Kami memberikan servis berkala, tapi jika dalam pemeriksaan ternyata ada spare part yang rusak, pemilik kendaraan cukup membeli produk saja, untuk ongkos pasangnya gratis," ujar Hormat.

Untuk kuota, tahun ini SMK Immanuel Medan menerima 50 sepeda motor yang akan diservis secara gratis setiap hari atau 150 orang dalam tiga hari.

"Target kami setiap tahun selalu tercapai, malah kadang kelebihan kuota. Karena keterbatasan waktu kami terpaksa meminta mereka untuk datang keesokan harinya," katanya.

Pihak sekolah berharap, dengan adanya acara ini bisa membentuk mental anak-anak agar semakin berani tampil dalam menunjukkan kemampuannya di bidang servis sepeda motor.

"Kalau nanti siswa ini tamat SMK, dia sudah percaya diri bahwa dia juga bisa memperbaiki sepeda motor orang lain. Harapan kita setelah tamat SMK, siswa-siswa sudah bisa buka bengkel atau bekerja," katanya.

Dari testimoni alumni SMK Immanuel Medan yang didapatkan Hormat, para siswa sangat terbantu dengan adanya servis gratis ini. Hal ini memacu siswa agar lebih cekatan dalam bekerja.

"Siswa kita bisa melakukan servis berkala hanya 1 jam saja. Ini sudah sesuai dengan standar bengkel besar," katanya.

Salah seorang warga yang mengikuti kegiatan ini adalah Safril. Pengendara ojek online ini menanggapi positif kegiatan ini. Menurutnya kegiatan seperti ini terasa menolong.

"Tapi kita juga tetap harus lihat nanti setelah servis hasil kerjanya bagaimana. Kalau biasanya servis perbulan kita membayar bervariasi, mulai dari Rp 25 ribu, dengan digratiskan seperti ini, terbantulah," katanya.

Ia berharap acara seperti ini bisa terus dilaksanakan agar bisa membantu banyak orang. Selain itu para siswa bisa terasah kemampuannya dalam bidang ini.

Hal yang sama juga diutarakan Timur. Ia membawa becaknya untuk di servis secara gratis. Begitu masuk wilayah servis, becaknya diperiksa dibagian las lalu mesin.

"Saya tahu dari anak saya, si Joni. Dia tamat sekolah dari sini. Saya senang juga ada bantuan seperti ini," katanya.

Menurut Timur, ia setiap bulan harus merogoh kocek untuk mengganti oli. Dengan diberikan servis gratis ini, ia merasa turut terbantu. Becaknya yang semula tak menyala, bisa dipergunakan dengan baik usai servis gratis ini.

Selain Timur dan Safril, ada Jaenab. Ia mengatahui kegiatan ini dari suaminya. "Saya merasa acara ini bagus, lumayan juga bisa gratis servis. Harapannya sering-seringlah bikin acara seperti ini," pungkasnya.

Persiapkan Pendidikan Sejak Dini

Tak sedikit orang-orang yang masih gamang dalam memilih pendidikan. Di SMK Immanuel Medan, pendidikan anak-anak bisa disiapkan bahkan hingga tingkat perguruan tinggi.

Bagi siswa yang lulusan SMK Immanuel Medan akan mendapatkan subsidi pendidikan saat kuliah di Sekolah Tinggi Teknologi Immanuel (STTI) Medan atau Akademi Teknologi Industri Immanuel Medan sebanyak Rp 3 juta per tahun.

"Begitu juga saat ingin masuk SMK Immanuel Medan, 10 orang pendaftar pertama akan digratiskan uang sumbangan, 10 orang selanjutnya diskon 75 persen uang sumbangan, 10 orang yang selanjutnya diskon 50 persen, dan 25 persen untuk 10 orang selanjutnya," ujar Hormat.

Hingga saat ini, sudah ada 31 orang pendaftar. Jika ada yang membawa siswa lain untuk mendaftar akan diberikan apresiasi senilai Rp 500 ribu persiswa.

"Jadi keuntungan orang tua memasukkan anaknya sekolah di SMK Immanuel Medan ini, pendidikannya akan aman hingga perguruan tinggi. Memang kita harapkan siswa-siswa ini tamat SMK bisa bekerja. Sambil bekerjalah mereka ini kuliah," katanya.

Ada dua jurusan di Sekolah Tinggi Teknologi Immanuel, yang pertama adalah Teknik Elektro. Jurusan ini memiliki 2 konsentrasi yaitu Energi Elektronik dan Sistem Kontrol. Ini dimaksudkan untuk mempersiapkan mahasiswa agar memiliki kompetensi yang mempuni sehingga mampu bersaing di dunia kerja.

"Pada dasarnya kedua konsentrasi ini mempunyai dasar ilmu tentang kelistrikan yang sama. Kemudian pada semester 5 baru dilakukan penguatan atau pemberatan keahlian masing-masing bidang. Hal ini dilakukan agar sinkron dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri," ujarnya.

Selain itu ada jurusan Teknik mesin. STT Immanuel menjadi perguruan tinggi swasta di Sumatera Utara yang mengelola Prodi Teknik Mesin konsentrasi Otomotif yang sangat cocok bagi kelanjutan SMK jurusan otomotif.

Selain memiliki bengkel roda empat dan roda, STTI memiliki dua pesawat terbang satu mesin Boeing 737 dan 2 buah mesin turbin untuk sarana praktek agar menyiapkan mahasiswa memasuki dunia kerja yang berteknologi tinggi. Jurusan Teknik Mesin memiliki 3 konsentrasi yaitu Rekayasa Otomotif, Struktur dan Material, dan Rekayasa Teknologi Mesin Pertanian.

"Jurusan Teknik Mesin Konsultasi Rekayasa Teknologi memfokuskan siswa siswa menguasai teknologi tepat guna seperti mesin-mesin pertanian. Hal ini sangat dibutuhkan Indonesia karena Indonesia negara agraria, sehingga mahasiswa tidak hanya mencari pekerjaan, melainkan juga mampu menciptakan lapangan pekerjaan. Hal ini dapat dibuktikan dengan berbagai jenis hasil karya mahasiswa," ujarnya.

Sementara di Akademi Teknologi Industri Immanuel Medan ada tiga jurusan, yaitu Teknik Informatika yang memiliki konsentrasi Jaringan Komputer, Robotika, dan Multimedia.

"Ada Teknik Elektronika dengan konsentrasi Elektronika Industri, dan Teknik Otomotif dengan dua konsentrasi yaitu Kendaraan Ringan dan Alat Berat," pungkasnya.

(cr18/tribun-medan.com)

Penulis: Septrina Ayu Simanjorang
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved