Usai Tragedi KM Sinar Bangun, 20 Kapal Motor Tradisional KDT Terima Sertifikat Berlayar

Sebanyak 153 kapal telah dilakukan pengukuran, namun yang lulus administrasi masih 20 unit saja.

Usai Tragedi KM Sinar Bangun, 20 Kapal Motor Tradisional KDT Terima Sertifikat Berlayar
Foto Ilustrasi: kapal motor 

TRIBUN-MEDAN.COM, PARAPAT - Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah II Sumut Putu Sumarjaya memberikan 20 sertifikat berlayar untuk 20 unit Kapal Motor Kawasan Danau Toba di Terminal Sosor Saba, Parapat, Simalungun, Kamis (16/5/2019).

Sertifikat tahap pertama tersebut merupakan Surat Ukur Kapal yang dikeluarkan oleh Kesyahbandaran SUMUT.

Putu sebelumnya menyampaikan bahwa proses pengurusan sertifikat kapal di Kawasan Danau Toba baru pertama kali dilakukan secara massal.

Pascatragedi Sinar Bangun tahun lalu, berbagai upaya dilakukan pemerintah untuk memperbaiki sistem pelayaran dan keamanan berlayar kapal motor (Kapal Tradisional) di Danau Toba. Hasilnya, sebanyak 153 kapal telah dilakukan pengukuran, namun yang lulus administrasi masih 20 unit saja.

"Kendala kapal motor lainnya adalah ketidaklengkapan surat surat, seperti NPWP pemilik dan foto kopi KTP yang tidak jelas. Saat kita lakukan input data, sistem langsung menolak. Jadi bagi kapal lainnya yang belum keluar sertifikat nya, kami himbau agar melengkapi semua berkas yang bermasalah sehingga dalam waktu dekat ini akan bisa keluar sertifikanya," terang Putu.

Lebih lanjut Putu juga menghimbau semua pengusaha kapal jelang liburan lebaran agar melengkapi manifest dan life jacket. Life Jacket juga dihimbau agar dipakai sebelum keberangkatan kapal.

"Kami tak bosan bosan nya menghimbau seluruh pengusaha kapal agar melengkapi minimal manifest dan life jacket. Sesuai ketentuan, masing masing kapal harus memiliki 125 persen life jacket dari jumlah kursi ditambah 10 persen untuk anak anak. Harapannya, kejadian seperti Sinar Bangun jangan sampai terjadi lagi di Danau Toba," ujar Putu yang merupakan warga Bali namun mengagumi keindahan Danau Toba.

Senada, Kepala Bidang Penindakan dan Sertifikasi Kesyahbandaran Utama Belawan Rajuman Sibarani dengan tegas menyampaikan agar seluruh pengusaha kapal tidak main main terkait administrasi kelengkapan kapal. Dari 300 san kapal motor di Danau Toba, hingga berita ini dinaikkan masih hanya satu pengusaha kapal yang sudah memiliki empat sertifikat dan dinyatakan kapal miliknya laik berlayar di Danau Toba.

"Pak Sianturi dari Muara Tapanuli Utara satu satunya pemilik izin laik berlayar di Danau Toba. Beliau bahkan inisiatif sendiri untuk datang mengurus semua surat suratnya dan selalu aktif berkultasi ke kami di Provinsi. Kiranya beliau jadi contoh bagi pengusaha lainnya," tutur Rakhman.

Kedepannya lanjut Rajuman, jika jumlah kapal sudah hampir 80 persen yang sudah mengurus sertifikat, pihaknya akan menindak tegas kapal kapal dan pengusaha kapal yang tidak ikut aturan.

Halaman
12
Penulis: Arjuna Bakkara
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved