Tribun Wiki

6 Masjid Tua dan Bersejarah di Kota Medan, Berdiri Kokoh dan Megah di Usia Ratusan Tahun

Setiap bangunan tentu memiliki kisah sejarah tersendiri. Apalagi, jika bangunan itu sudah berdiri selama ratusan tahun.

6 Masjid Tua dan Bersejarah di Kota Medan, Berdiri Kokoh dan Megah di Usia Ratusan Tahun
TRIBUN MEDAN
Wisatawan mengunjungi Masjid Raya Al Mashun, di Medan, Sumatera Utara, Rabu (3/4/2019). TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI 

TRIBUN-MEDAN.com-Setiap bangunan tentu memiliki kisah sejarah tersendiri. Apalagi, jika bangunan itu sudah berdiri selama ratusan tahun.

Belakangan, tradisi wisata religi ke rumah-rumah ibadah yang bersejarah kerap di jadikan orang sebagai alternatif untuk menghabiskan libur singkat.

Tidak hanya dijadikan sebatas tempat ibadah saja, tapi juga dijadikan sebagai tempat wisata.

Bertepatan dengan bulan Ramadan 2019, berwisata religi ke masjid tua mungkin bisa jadi pilihan.

Di Medan, ada beberapa masjid tua yang masih berdiri dengan megah, meski usianya sudah ratusan tahun. Apa saja, yuk simak!

1. Masjid Al Osmani

Masjid Raya Al Osmani, di Jalan KL Yos Sudarso, Km, 19,5, Labuhan, Kelurahan Pekan Labuhan, Kecamatan Medan Labuhan, Kota Medan, hari Kamis (28/2/2019).
Masjid Raya Al Osmani, di Jalan KL Yos Sudarso, Km, 19,5, Labuhan, Kelurahan Pekan Labuhan, Kecamatan Medan Labuhan, Kota Medan, hari Kamis (28/2/2019). (TRIBUN MEDAN/AHKCYAR GIANTORO)

Masjid Raya Al Osmani adalah sebuah masjid bersejarah di kota Medan. Masjid ini di kenal dengan sebutan Masjid Labuhan Deli, lantaran lokasinya yang berada di Kecamatan Medan Labuhan.

Terletak di Jalan KL Yos Sudarso, Pekan Labuhan, Masjid Al Osmani berada sekitar 20 kilometer sebelah utara Kota Medan.

Masjid Al-Osmani adalah masjid tertua di Kota Medan, dibangun pada tahun 1854 oleh Raja Deli ketujuh, yakni Sultan Osman Perkasa Alam dengan menggunakan bahan kayu pilihan.

masjid ini awalnya dibangun dengan ukuran 16x16 meter, dan terbuat dari bahan kayu dalam bentuk panggung. Tujuannya sebagai sarana tempat berkumpul umat Islam, dan mengkaji tentang keislaman.

Halaman
1234
Penulis: Sally Siahaan
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved