Ani Hasibuan - Klarifikasi dr Ani Hasibuan, Bantah Berita Penyebab Kematian Massal Anggota KPPS

Ani Hasibuan - Klarifikasi dr Ani Hasibuan, Bantah Berita Penyebab Kematian Massal Anggota KPPS

Ani Hasibuan - Klarifikasi dr Ani Hasibuan, Bantah Berita Penyebab Kematian Massal Anggota KPPS
kompas/rindi n
Ani Hasibuan - Klarifikasi dr Ani Hasibuan, Bantah Berita Penyebab Kematian Massal Anggota KPPS 

TRIBUN-MEDAN.COM - Ani Hasibuan - Klarifikasi dr Ani Hasibuan, Bantah Berita Penyebab Kematian Massal Anggota KPPS.

Dokter Ani Hasibuan melalui kuasa hukumnya angkat bicara meluruskan pemberitaan yang dikutip portal media online terkait kematian anggota KPPS.

//

Kuasa hukum dokter Robiah Khairani Hasibuan atau biasa dikenal Ani Hasibuan, Amin Fahrudin, menyebut kliennya tidak pernah membuat pernyataan terkait penyebab kematian massal anggota KPPS karena senyawa kimia seperti dikutip dalam salah satu portal media online.

Ani Hasibuan - Klarifikasi dr Ani Hasibuan, Bantah Berita Penyebab Kematian Massal Anggota KPPS
Ani Hasibuan - Klarifikasi dr Ani Hasibuan, Bantah Berita Penyebab Kematian Massal Anggota KPPS (photocollage/wartakotalive.com/kompas.com)

Baca: Diiming-imingi Rp 100 Juta Manipulasi Suara Caleg DPR di Bengkulu, 3 Oknum PPK Ditangkap di Jakarta  

Baca: MotoGP 2019 - Jadwal Lengkap MotoGP Perancis 2019, FP1 dan Kualifikasi, Berikut Klasemen Sementara

Kuasa hukum dr Robiah Khairani Hasibuan atau biasa dikenal Ani Hasibuan, Amin Fahrudin di Polda Metro Jaya, Jumat (17/5/2019).

Kuasa hukum dr Robiah Khairani Hasibuan atau biasa dikenal Ani Hasibuan, Amin Fahrudin di Polda Metro Jaya, Jumat (17/5/2019).(KOMPAS.COM/ RINDI NURIS VELAROSDELA)

Dalam situs online tamsh-news.com, nama Ani tercantum dalam judul berita disertai pernyataan, “Pembantaian Pemilu, Gugurnya 573 KPPS”.

Menurut Amin, kliennya tidak pernah menjadi narasumber portal online tersebut.

"Itu bukan pernyataan dari klien kami. Tapi, media portal ini melakukan framing dan mengambil pernyataan beliau ketika wawancara di TV One. Beliau dikriminalisasi karena pelintiran pernyataan di media," kata Amin di Polda Metro Jaya, Jumat (17/5/2019).

Baca: LINK Live Streaming Persela vs Madura United Liga 1 Malam Ini, Persela Siap Lawan Pemain Bintang

Sementara itu, dalam sesi wawancara di TV One, Ani disebut hanya mengungkapkan rasa keprihatinan terkait kematian anggota KPPS.

"Kemudian saat Ibu Ani melakukan talk show di TV swasta, beliau juga tidak pernah menyatakan pernyataan serupa (kematian massal anggota KPPS karena senyawa kimia)," ujar Amin.

Halaman
1234
Editor: Salomo Tarigan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved