Isu Mahasiswi Dilecehkan Oknum Dosen USU Viral di Kampus, BEM Akan Telusuri ke Dekan

Dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oknum dosen Fisip USU berinisial HS terhadap mahasiswi sudah menyebar di “Kampus Hijau" tersebut.

Isu Mahasiswi Dilecehkan Oknum Dosen USU Viral di Kampus, BEM Akan Telusuri ke Dekan
Grafis Tribunwow/Kurnia Aji Setyawan
Ilustrasi korban pelecehan seksual. (Grafis Tribunwow/Kurnia Aji Setyawan) 

Namun, menurut dia, mahasiswa tersebut tidak memberikan laporan secara tertulis kepada pihak fakultas. Laporan hanya dilayangkan secara lisan ke departemen (jurusan). Kendati demikian, Muryanto tetap menindaklanjuti laporan tersebut.

Menurut dia, oknum dosen HS mengakui perbuatannya. Berdasarkan pengakuan HS, kata Muryanto, oknum dosen tersebut belum sempat melakukan pelecehan seksual kepada mahasiswi.

"Mengakui, tapi upaya. Menurut pengakuannya (HS) upaya pelecehan seksual," tuturnya.

Muryanto menceritakan, kejadian ini berawal saat mahasiswi diajak HS untuk melakukan suatu kerja kelompok. Kegiatan ini, kata Muryanto, dengan iming-iming dapat memperbaiki nilai mata kuliah yang diasuh HS. "Saat itulah terjadi," kata pimpinan fakultas ini.

Baca: Ribuan Orang Geruduk Bawaslu Sumut, Polisi Bersiaga dan Pasang Pagar Kawar Duri, TONTON VIDEO. .

Terpisah, mahasiswi yang melaporkan oknum dosen HS, blak-blakan kepada tribunmedan.com pada Jumat (17/5/2019) siang. Mawar (bukan nama sebenarnya) mengakui telah melaporkan oknum dosen HS atas tuduhan pelecehan seksual.

Mahasiswi ini pun membeberkan kronologi peristiwa yang dialaminya. Berikut wawancara tribunmedan.com dengan Mawar:

Baca: Massa People Power 22 Mei Sasaran Bom Kelompok Teroris JAD, Ini Penjelasan Polri!

Tribun: Bisa dijelaskan terkait kronologi pelecehan yang menimpa Anda?
Mawar: Kejadian berawal tanggal 18 Juli 1017 pukul 07.26 WIB. Pak HS menghubungiku via inbox Facebook. Awalnya percakapan dimulai dari menanyakan “Apakah sedang di Barbara?” maksudnya Batubara. Sebelumnya temanku sudah menghubungiku dan menyampaikan bahwa si bapak akan mengajakku ikut proyek penelitian.

Tribun: Setelah mendengar ajakan tersebut apa yang Anda lakukan?
Mawar: Kebetulan rumahku dekat dengan lokasi penelitian. Setelah HS menjelaskan maksudnya, aku setuju bergabung ke proyek penelitiannya. Aku langsung minta izin kepada orangtua. Sekitar jam 12.00 di hari yang sama aku diantar kedua orangtuaku menemuinya di salah satu rumah makan di Lima Puluh.

Tribun: Apa yang menjadi objek penelitian dan berapa lama penelitian dilakukan?
Mawar: Pada penelitian pertama ini hanya sehari semalam. Kami melakukan bertiga, aku dengan rekanku TS, dan Pak HS. Sebenarnya penelitian ini masih tahap survey lokasi ke daerah Batubara dan Mandoge. Penelitian ini tentang kelapa sawit milik PIR dan BUMN. Selama proses survey berlangsung tidak ada kejanggalan yang kurasakan dan besok aku sudah diantar pulang ke Lima Puluh.

Tribun: Benefit apa yang Anda terima setelah penelitian itu?
Mawar: Karena sudah ikut membantu survey proyek tersebut aku diberi Rp 250 ribu sebagai uang capek dan ongkos. Menurutku itu sudah menjadi hakku atas kerjaku sehingga kuterima.

Baca: Polda: 104 Napi yang Kabur dari Lapas Narkotika Langkat Sudah Diamankan, 50 Orang Masih Diburu

Halaman
1234
Penulis: Ayu Prasandi
Editor: Juang Naibaho
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved