Rekaman CCV Perlihatkan Pilot Lakukan Manuver Pendaratan Berbahaya, Memantul Lalu Terbakar

Sebuah rekaman kamera pengawas memperlihatkan apa yang terjadi dengan pesawat maskapai Rusia Aeroflot sebelum terbakar

Rekaman CCV Perlihatkan Pilot Lakukan Manuver Pendaratan Berbahaya, Memantul Lalu Terbakar
AFP/INSTAGRAM/HO
Potongan video dari akun Instagram Mikhail Norenko memperlihatkan pesawat Sukhoi Superjet 100 milik Aeroflot terbakar tak lama setelah mendarat darurat di Bandara Sheremetyevo, Moskwa, Rusia, Minggu (5/5/2019). Insiden mengakibatkan 41 orang tewas, termasuk 2 anak dan seorang awak kabin. 

TRIBUN-MEDAN.com - Sebuah rekaman kamera pengawas memperlihatkan apa yang terjadi dengan pesawat maskapai Rusia Aeroflotsebelum terbakar ketika mendarat darurat.

Rekaman CCTV dari Bandara Sheremetyevo, Moskwa, memperlihatkan pesawat jenis Sukhoi Superjet-100 itu mendarat pada 5 Maret lalu tak lama setelah lepas landas.

Pesawat itu lepas landas selama 28 menit menuju Murmansk ketika petir dilaporkan menyambar dan membuat pilot harus memutar balik ke Bandara Sheremetyevo.

Diwartakan Sky News Kamis (16/5/2019), pesawat yang mengangkut 78 penumpang dan kru kabin itu turun dengan kecepatan tinggi saat berada di landasan pacu.

Pesawat dengan nomor penerbangan SU1492 itu mendarat dengan aneh di landasan pacu dan sempat melompat-lompat setidaknya empat kali sebelum meluncur.

Beberapa saat setelah memantul itulah, pesawat tersebut terbakar. 

Sejumlah penumpang kemudian menyelamatkan diri dengan meloncati seluncur yang berada di pintu masuk.

Namun dari 78 orang yang berada di pesawat, hanya 37 orang saja dilaporkan selamat. Sementara sisanya, yakni 41 orang penumpang dan awak kabin, dinyatakan tewas.

Kepada media Rusia dikutip The Independent, anggota dari awak kabin mengungkapkan pesawat mereka tersambar petir dan membuat komunikasi mereka terputus.

Sementara pilot Denis Evdokimov menuturkan dia sempat melihat kilatan yang disertai dengan bunyi keras dan membuatnya memutuskan kembali ke bandara.

"Api langsung menjalar begitu kami mendarat," ujar Evdokimov. 

Penyelidikan pun dilakukan untuk mengungkap apakah terdapat kesalahan pada pilotnya.

Sebabnya, dia dianggap lalai karena memutuskan tetap terbang meski cuaca buruk maupun mendarat dalam keadaan bahan bakar penuh tanpa membuangnya lebih dahulu.

Berdasarkan pemberitaan harian Kommersant, investigasi itu akan fokus kepada Evdokimov dan rekannya apakah melakukan manuver berbahaya, dan membuat 41 orang tewas.

Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved