Empat Tahun Berlebaran di Pos PGA Sinabung, Asrori Melepas Rindu dengan Keluarga Lewat Video Call

Pria 30 tahun itu juga mengaku tidak pernah pulang ke kampung halamannya di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat pada saat hari raya Idul Fitri.

Empat Tahun Berlebaran di Pos PGA Sinabung, Asrori Melepas Rindu dengan Keluarga Lewat Video Call
TRIBUN MEDAN/M NASRUL
Pengamat Gunung Sinabung Muhammad Nurul Asrori, melakukan panggilan video kepada keluarganya untuk menghilangkan rasa rindunya setelah beberapa kali lebaran di Pos PGA Sinabung, Jalan Kiras Bangun, Simpangempat, Minggu (19/5/2019). Lebaran Tahun 2019 ini ia juga tak akan pulang ke kampung halamannya di Indramayu. 

TRIBUN-MEDAN.com, SIMPANGEMPAT - Bulan Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri, tentunya selalu dinantikan oleh setiap umat muslim.

Pada bulan yang penuh berkah ini, banyak kenangan tersendiri yang dimiliki oleh setiap orang. Seperti suasana yang berbeda dari biasanya, hingga makanan-makanan khas yang jarang ditemui di hari lainnya.

Namun, bagi Muhammad Nurul Asrori empat tahun terakhir merupakan Ramadan yang berbeda dari biasanya.

Pasalnya, empat tahun terakhir dirinya harus merasakan Ramadan jauh dari keluarganya karena harus menetap di Kabupaten Karo. Saat ini, dirinya menjadi salah satu pengamat Gunung Sinabung sejak tahun 2015.

Untuk itu, tentunya dirinya memiliki cerita tersendiri dalam menjalani bulan Ramadan bersama pengamat lainnya di Pos PGA Sinabung.

Pria yang akrab disapa Asrori ini, mengaku beberapa waktu terakhir dirinya harus menikmati sahur dan berbuka puasa sambil mengemban tugas di Pos PGA Sinabung.

Selain itu, pria 30 tahun itu juga mengaku tidak pernah pulang ke kampung halamannya di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat pada saat Hari Raya Idul Fitri. Dirinya menyebutkan, dikarenakan tuntutan tugas maka dirinya harus bersabar untuk menikmati lebaran di tempat tugas.

"Lebaran di Pos itu ya begitulah suka dukanya pengamat, karena kebagian jaga pas lebaran. Pastinya sedih ya karena enggak bisa kumpul sama keluarga di rumah, tapi alhamdulillah keluarga di rumah juga pengertian," ujar Asrori, saat ditemui di Pos PGA Sinabung, Jalan Kiras Bangun, Simpangempat, Minggu (19/5/2019).

Saat ditanya mengenai perasaannya, dirinya mengatakan tentunya rasa sedih selalu menyelimuti hatinya saat gema takbir berkumandang. Terlebih, selain jauh dari keluarga besarnya dirinya juga meninggalkan anak dan istrinya jauh dari dirinya.

Anak kesembilan dari delapan bersaudara ini mengatakan, meskipun sedih tapi dirinya tetap harus bersabar. Karena selain butuh jadwal dan izin cuti, dirinya juga harus memikirkan biaya yang tidak sedikit untuk pulang kampung. Untuk itu, demi mengobati rasa rindunya dengan keluarga tercinta ia memanfaatkan teknologi dengan melakukan panggilan video ke keluarganya.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Nasrul
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved