Semarakkan Ramadan, Yayasan Al-Kahfi Didik Anak Yatim dan Dhuafa Menjadi Mata Air

Sandy Tuas Shofii, menyampaikan Tausiyah religi edisi Ramadan bertajuk bersyukur sepenuh hati.

Semarakkan Ramadan, Yayasan Al-Kahfi Didik Anak Yatim dan Dhuafa Menjadi Mata Air
TRIBUN MEDAN/GITA NADIA PUTRI br TARIGAN
Para adik asuh Yayasan berfoto bersama relawan selepas melaksanakan Tausiyah Religi di Yayasan Al-Kahfi yang bertempat di Jalan HM Said Nomor 54 Gaharu Medan Timur. 

TRIBUN-MEDAN.com - Dalam menyambut Bulan Ramadan penuh berkah Yayasan Al-Kahfi yang bertempat di Jalan HM Said Nomor 54 Gaharu Medan Timur, menghadirkan beberapa kegiatan untuk mengajak dan menuntun para anak Yayasan memperbanyak amal ibadah.

Siang ini suasana meriah dan riang memenuhi ruangan, anak-anak rela duduk berdesak-desakan untuk mengikuti salah satu kegiatan ramadan yang dilaksanakan oleh Yayasan.

Kali ini, penanggungjawab bagian Humas Yayasan, Sandy Tuas Shofii, menyampaikan Tausiyah religi edisi Ramadan bertajuk bersyukur sepenuh hati.

Sandy menegaskan kepada anak yayasan yang notabenenya adalah anak yatim dan dhuafa untuk belajar mensyukuri segala nikmat yang telah diberikan Allah SWT.

"Kalau hidup di dunia ini jangan pernah melihat ke atas, artinya jangan membandingkan apa yang kita punya dan tidak kita punya dengan apa yang dimiliki orang lain, jangan membandingkan hidup kita dengan orang lain, sebab itu membuat kita tidak bersyukur atas apa yang kita miliki saat ini," katanya.

Lebih lanjut ia mengatakan terkadang manusia terlalu sibuk memikirkan rezeki orang lain dan lupa bersyukur atas rezeki yang dimilikinya.

"Mensyukuri yang kita dapat sesungguhnya adalah suatu kenikmatan, sebab kalau terus-terusan sibuk melihat hidup banyak orang, kita akan menjadi orang yang tidak bersyukur," katanya.

Ia memfokuskan kepada anak-anak, terutama di bulan ramadan agar jangan mengeluh apabila rezeki untuk berbuka hanya ala kadarnya.

"Bulan puasa ini bulan pengampunan, jangan mengeluh hanya karena makanan berbuka hanya sedikit, syukuri apa yang ada, padahal diluar sana masih banyak yang lebih kekurangan daeipada kita, kalau kita bersyukur Insyaallah besok Allah beri yang lebih baik," katanya.

Setelah Tausiyah selesai, anak-ank tidak langsung meninggalkan tempat, mereka menghabiskan waktu saling bercengkrama dan memainkan permainan tradisional seperti congklak, guli, biri, menggambar dan yang lainnya belajar sibuk belajar membaca Iqra.

Halaman
12
Penulis: Gita Nadia Putri br Tarigan
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved