Enam Rumah Semi Permanen Ludes Terbakar, Satu Pemilik Meraung Menangis Meminta Pertolongan

Api dengan cepat membakar bangunan yang 70 persen materialnya itu terbuat dari papan.

Enam Rumah Semi Permanen Ludes Terbakar, Satu Pemilik Meraung Menangis Meminta Pertolongan
TRIBUN MEDAN/M NASRUL
Pemadam kebakaran Karo melakukan proses pendinginan bangunan rumah semi permanen yang ludes terbakar, di Jalan Ujung Aji, Desa Rumah Berastagi, Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo, Senin (20/5/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com, BERASTAGI - Enam unit rumah semi permanen yang berada di Jalan Ujung Aji, Desa Rumah Berastagi, Kecamatan Berastagi, ludes dilalap si jago merah, Senin (20/5/2019).

Menurut informasi, api dengan cepat membakar bangunan yang 70 persen materialnya itu terbuat dari papan. 

Seorang penghuni rumah yang ikut terbakar Mahdalena bru Purba, mengungkapkan dirinya awalnya sempat mencium seperti bau asap dari seputar rumahnya. Saat mencari dari mana asal bau tersebut, dirinya melihat api sudah membakar bagian atas rumah tetangganya.

"Tadi pertama aku kan mau periksa kandungan bang, pas sudah siap-siap kok kecium asap, aku pikir ada orang bakar-bakar di ladang sini, rupanya enggak ada. Terus aku keluar dari belakang rumahku, aku nampak api sudah di atas seng rumah yang di samping rumahku, tapi enggak tau dari mana apinya," ujar Mahdalena.

Mahdalena mengaku, begitu melihat api yang sudah cukup besar, dirinya langsung memberitahukan kondisi tersebut ke tetangganya. Namun, dikarenakan keduanya tidak bisa berbuat banyak, lalu dirinyapun mencari bantuan ke warga lainnya. Setelah dirinya mencoba menggedor ke beberapa rumah lainnya, ternyata pemiliknya sedang tidak berada di rumah.

"Terus berteriak ke sana aku, berteriak lagi ke tempat yang lain tapi enggak ada juga orang. Jadi pigi aku ke depan sana, tolong tolong rumah mamak Riski kebakaran. Tadi di depan banyak orang memang karena aku teriak-teriak, terus ke toko parabola aku minta tolong panggilkan pemadam sama yang punya tokonya," katanya.

Mahdalena mengatakan, setelah meminta pertolongan ke warga yang ada persimpangan rumahnya, dirinya tidak sanggup lagi kembali ke rumahnya. Pasalnya, selain karena hamil dirinya juga sudah terlampau lemas mengetahui api sudah semakin membesar.

"Jadi aku nangislah bang sepanjang jalan, udah enggak sampai lagi aku ke rumah. Enggak tau lagi aku, surat-surat semuanya enggak ada yang bisa diselamatkan. Karena aku lihat apinya sudah besar, sudah tinggi, jadi aku takut, jadi pigi aku," ucapnya sembari tersedu menahan sedihnya.

Dirinya mengungkapkan, tidak mengetahui secara persis dari mana asalnya api. Namun, dirinya mengaku sekira 10 menit sebelum kebakaran listrik di rumahnya sempat padam.

Mahdalena mengatakan, saat kejadian nahas itu dirinya sedang sendirian berada di rumah. Dikarenakan suaminya bekerja, dan dua anaknya sedang bersekolah. Wanita asal Gunung Meriah itu mengaku, suami dan anaknya belum mengetahui kejadian tersebut.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Nasrul
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved