Penggundulan Hutan Masif di Samosir, Rapidin Simbolon: Siapa Pun Pelakunya Sikat Habis

Padahal, hutan yang dibabat itu merupakan tumbuhan alam yang menyangga Kawasan Danau Toba.

Penggundulan Hutan Masif di Samosir, Rapidin Simbolon: Siapa Pun Pelakunya Sikat Habis
TRIBUN MEDAN / IST
Foto Ilustrasi: HUTAN

TRIBUN-MEDAN.COM, SAMOSIR - Sejumlah wilayah di Kabupaten Samosir, marak penggundulan hutan hingga mengakibatkan bencana. Sisa-sisa penebangan, seperti di Desa Partungko Naginjang, terdapat material kayu yang sudah diolah akibat pembabatan liar, Senin (20/5/2019).

Bupati Samosir, Rapidin Simbolon yang telah terjun langsung ke lokasi penebangan Sabtu, 18 Mei 2018 lalu mengaku geram menemukan penebangan. Dikatakan Rapidin, penebangan tersebut tidak memiliki ijin yang jelas serta telah mengakibatkan bencana, seperti yang terjadi baru-baru ini.

"Saya geram melihat pengrusakan ini, dan saya menduga ini tidak mempunyai ijin lingkungan. Ini harus ditindak tegas, siapa pun pelakunya baik aparat di pemerintahan saya sikat habis",ujar Rapidin.

Rapidin mengatakan, banjir bandang baru-baru ini yang meluluhlantakkan perkampungan hingga menewaskan Tiaman Situmorang (65) di Desa Buntu Mauli, Ranccang Bosi Kecamatan Sitio-tio diyakini kuat, satu dampak penebangan yang baru saja ditemukan.

Padahal, hutan yang dibabat itu merupakan tumbuhan alam yang menyangga Kawasan Danau Toba. Sedangkan wilayah dibawahnya merupakan pemukiman warga.

Terkait hal itu, Rapidin menegaskan agar kasus tersebut ditangani Polres Samosir tanpa pandang bulu. Rapidin yang mengaku menjadi pelapor meyampaikan, agar polisi berpihak kepada kelestarian lingkungan.

"Saya minta tolong kepada aparat polisi, ijin lingkungan tidak ada dan saya sebagai Bupati bersama Gakkum siap menandatangani, mohonlahlah berpihak kepada lingkungan," pintanya.

Bupati Samosir Rapidin Simbolon, melalui Kasat Reskrim Polres Sampsir AKP Jonser Banjarnahor meminta Polri mengamankan alat berat dan barang bukti lainnya. "Baik Pak Bupati," ucap AKP Jonser Banjarnahor, Sabtu lalu.

Sebelumnya, berdasarkan temuan Tim Gakkum KemenLHK beberapa waktu lalu penebangan hutan secara masif terjadi di Desa Hariara Pittu Kecamatan Harian.

Ditemukan juga pembukaan jalan dengan melakukan penebangan hutan serta kayu yang telah ditebang dan diduga hendak dibawa ke Sawmill di daerah Siantar.

Halaman
12
Penulis: Arjuna Bakkara
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved