Terduga Kasus Narkotika Lutfi Sebut Kasusnya Direkayasa, Sempat Berdebat dengan Saksi Polisi

Ganja ditemukan dari kantong belakangnya, sabu dari dalam jok motornya. Sepeda motor itu punya dia sendiri

Terduga Kasus Narkotika Lutfi Sebut Kasusnya Direkayasa, Sempat Berdebat dengan Saksi Polisi
TRIBUN MEDAN/VICTORY HUTAURUK
Terdakwa kepemilikan narkotika ganja dan sabu, Lufti Nasution menganggap kasusnya direkayasa di Pengadilan Negeri (PN), Senin (20/5/2019). 

Namun, saksi polisi juga membantah keterangan terdakwa. Hakim lantas juga bertanya kepada terdakwa, kenapa membantah keterangan saksi. Sebab sepeda motor dan dompet adalah milik terdakwa.

"Bagaimana Anda membantah, tapi sepeda motor dan dompet itu milik saudara," tanya hakim.

Tetapi, terdakwa tetap bersikukuh tetap pada keterangannya demikian juga dengan saksi polisi.

"Ya sudah, tidak apa-apa. Nanti kita hadirkan saksi yang lain," ujar Hakim Ali.

Dalam dakwaan Jaksa menyebutkan terdakwa Lufti ditangkap pada Desember 2018. Penangkapan itu atas adanya informasi masyarakat ke polisi.

Saksi polisi Veri Sam, Jetoro Hutagalung dan Ridwan Manurung kemudian menangkap terdakwa di depan Pos Pemuda Pancasila.

Dari dalam dompetnya, terdakwa memegang satu bungkus kertas cokelat kecil yang berisikan narkotika jenis ganja kering seberat 0,08gram. Para saksi langsung menyita bungkusan kertas tersebut.

Kemudian dari dalam jok sepeda motornya ditemukan satu bungkus kecil yang berisikan narkotika jenis sabu seberat 0,04 gram. Terdakwa lalu dibawa ke Polsek Medan Area untuk pemeriksaan lebih lanjut.

(vic/tribunmedan.com)

Penulis: Victory Arrival Hutauruk
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved