Wabup Deliserdang Pimpin Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke 111

Pemerintah Kabupaten Deliserdang melaksanakan Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke 111, di Lapangan Alun-alun Pemkab Deliserdang, Senin

Wabup Deliserdang Pimpin Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke 111
Tribun Medan/HO
Wakil Bupati Deliserdang Ali Yusuf Siregar (kiri) menaburkan bunga di makam pahlawan yang berada di Kota Lubukpakam. Ziarah dilakukan dalam memperingati Hari Kebangkitan Nasional ke 111 yang dilaksanakan di Alun-alun Pemkab Deliserdang, Senin (20/5/2019). 

MEDAN.TRIBUNNEWS.com, LUBUKPAKAM - Pemerintah Kabupaten Deliserdang menggelar Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke 111 dengan tema 'Bangkit Untuk Bersatu', di Lapangan Alun-alun Pemkab Deliserdang, Senin (20/5/2019). Wakil Bupati (Wabup) Deliserdang Ali Yusuf Siregar hadir dan bertindak sebagai Irup. Kegiatan juga dirangkaikan dengan berziarah serta menabur bunga di makam pahlawan yang berada di Kota Lubukpakam.

Wakil Bupati Deliserdang memimpin upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke 111, di Lapangan Alun-alun Pemkab, Senin (20/5/2019)
Wakil Bupati Deliserdang memimpin upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke 111, di Lapangan Alun-alun Pemkab, Senin (20/5/2019) (Tribun Medan/HO)

Turut hadir Danup Kapt Inf Romer Sinaga dari Kodam 121/MK, dihadiri Wakil Ketua TP PKK Sri Pepeni Yusuf Siregar dan Pimpinan Organisasi Wanita lainnya,Wakapolres Deliserdang Kompol Arnis Syafni yanti SE, Dandim 0204/DS Letkol Kav Syamsul Arifin, Danyon 121/MK Letkol Inf Imir Faisal.

Selain itu, Kepala Pengadilan Agama Deliserdang Amir Hamzah, Kakan Kemenag Deliserdang Tholibun Pohan, beserta tamu undangan lainnya yang turut hadir dan diundang dalam upacara tersebut.

Dalam pidatonya, Wabup Ali Yusuf Siregar menyampaikan sambutan tertulis Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia Rudiantara.

“Dalam naskah Sumpah Palapa yang ditemukan pada Kitab Pararaton tertulis Sira Gajah Madapatih Amangkubhumi tan ayun amuktia palapa, sira Gajah Mada 'Lamun huwus kalah nusantara isun amukti palapa, lamun kalah ring Gurun, ring Seran, Tañjung Pura, ring Haru, ring Pahang, Dompo, ring Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, samana isun amukti palapa'. Memang ada banyak versi tafsiran atas teks tersebut, terutama tentang apa yang dimaksud dengan 'amukti palapa'.

Namun meski sampai saat ini masih belum diperoleh pengetahuan yang pasti, umumnya para ahli sepakat bahwa amukti palapa berarti sesuatu yang berkaitan dengan laku prihatin sang Mahapatih Gajah Mada. Artinya, ia tak akan menghentikan mati raga atau puasanya sebelum mempersatukan Nusantara.

Sumpah Palapa tersebut merupakan embrio paling kuat bagi janin persatuan Indonesia. Wilayah Nusantara yang disatukan oleh Gajah Mada telah menjadi acuan bagi perjuangan berat para pahlawan nasional kita untuk mengikat wilayah Indonesia seperti yang secara de jure terwujud dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia saat ini," kata Menteri Kominfo.

Wabup juga mengajak para peserta upacara untuk menjaga persatuan bangsa melalui gotong royong.

“Telah lebih satu abad kita menorehkan catatan penghormatan dan penghargaan atas kemajemukan bangsa yang ditandai dengan berdirinya organisasi Boedi Oetomo. Dalam kondisi kemajemukan bahasa, suku, agama, kebudayaan, ditingkah bentang geografis yang merupakan salah satu yang paling ekstrem di dunia, kita membuktikan bahwa mampu menjaga persatuan sampai detik ini.

Oleh sebab itu, tak diragukan lagi bahwa kita pasti akan mampu segera kembali bersatu dari kerenggangan perbedaan pendapat, dari keterbelahan sosial, dengan memikirkan kepentingan yang lebih luas bagi anak cucu bangsa ini, yaitu persatuan Indonesia.

Halaman
12
Editor: Ryan Nur Harahap
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved