Ini Tips Dan Trik Berpuasa bagi Penyakit Ginjal Dan Maag Dari Ahli Gizi

Penyakit maag dan ginjal tidak dapat disepelekan. Kedua penyakit yang sering saling berkaitan ini, kerap kali mengganggu aktifitas sehari hari.

Ini Tips Dan Trik Berpuasa bagi Penyakit Ginjal Dan Maag Dari Ahli Gizi
Tribun Medan/Gita Nadia Tarigan
Ahli Gizi Rumah Sakit Pendidikan Universitas Sumatera Utara (USU), Yusuf Satya, S.Gz saat di wawancarai Tribun Medan di ruang kerjanya, Instalasi Gizi Rumah Sakit USU, Jalan Dr Mansyur No.66, Merdeka, Kec. Medan Baru. 

TRIBUN-MEDAN.com - Penyakit maag dan ginjal tidak dapat disepelekan. Kedua penyakit yang sering saling berkaitan ini, kerap kali mengganggu aktifitas sehari hari.

Meski terkadang rasa sakit yang diakibatkan kedua penyakit tersebut dapat di redakan dengan obat warung, para penderita penyakit msag dan ginjal kerap kali ketakutan dan hati-hati dalam mengkonsumsi makanan, atau minuman tertentu.

Di bulan puasa ini, para penderita maag dan ginjal tentu saja ingin tetap melaksanakan ibadah tanpa harus takut penyakit bisa kambuh atau bahkan takut untuk berpuasa. Kali ini Ahli Gizi Rumah Sakit Pendidikan Universitas Sumatera Utara (USU), Yusuf Satya, S.Gz berbagi pengetahuan hingga tips dan trik berpuasa sehat selama bulan ramadan untuk penderita maag dan ginjal.

Saat disambangi Tribun Medan di ruang kerjanya, Yusuf mengatakan asupan mineral merupakan hal utama yang harus diperhatikan saat berpuasa, baik itu memiliki riwayat penyakit ataupun tidak.

"Penyakit maag dan ginjal boleh berpuasa, tapi harus di perhatikan asupan cairan tubuh dengan minum minimal 2 liter per hari yaitu kurang lebih 8 gelas, tentu saja ada tehniknya," katanya.

Ia menyampaikan tehnik yang dapat digunakan agar asupan mineral tetap terjaga baik.

"Saat berbuka puasa 1 gelas, Jam 18.30 WIB, Setelah makan takjil 1 gelas Jam 18.40 WIB, Setelah sholat maghrib 1 gelas, Jam 19.10 WIB, Sebelum sholat isya dan tarawih (1 gelas) Jam 20.00 WIB, Setelah sholat tarawih 1 gelas, Jam 21.00 – 21.30 WIB, Sebelum tidur 1 gelas, Jam 22.00 – 22.30 WIB, Bangun tidur 1 gelas, Jam 03.00 WIB, Saat Sahur 1 gelas, dan Jam 04.00 sebelum Imsak," katanya.

Untuk penderita maag, Yusuf menegaskan jangan menunda waktu berbuka, segeralah berbuka dengan minuman hangat dan jangan langsung mengonsumsi makanan dalam porsi besar saat berbuka maupun santap sahur.

"Saat sahur ada baiknya waktunya di mepetkan misalnya santap sahur itu 15 sampai 20 menit sebelum imsak supaya waktunya tidak terlalu lama. Dan sebaiknya pada saat puasa, pendeeita mag dan riwayat ginjal menghindari minuman yang mengandung kafein seperti kopi, teh, minuman soda, dan minuman energi.
Untuk maag ada baiknya meminum segelas susu saat sahur sehingga mampu mengurangi gejala maag," katanya.

Lebih lanjut ia mengatakan penderita maag dianjurkan untuk mengonsumsi karbohidrat kompleks yang lambat dicerna saat sahur seperti nasi merah, gandum (oat) serta hindari mengonsumsi karbohidrat sederhana seperti sirup manis.

Halaman
12
Penulis: Gita Nadia Putri br Tarigan
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved