Penjemput Sabu 53 Kilo Dituntut 20 Tahun Penjara

Penjemput sabu 53 Kilogram asal Malaysia ini tampaknya lolos dari hukuman mati.

Penjemput Sabu 53 Kilo Dituntut 20 Tahun Penjara
TRIBUN MEDAN/ALIJA MAGRIBI
Kurir sabu Zainal Abidin dan Bahlia Husen tertunduk menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Medan, Rabu (20/2/2019) lalu. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Angin segar tampaknya menyelimuti Zainal Abidin (34) dan Bahlia Husen (39). 

Penjemput sabu 53 Kilogram asal Malaysia ini tampaknya lolos dari hukuman mati.

Pasalnya Jaksa Penuntut Umum (JPU) hanya menuntut keduanya 20 tahun penjara pada sidang yang berlangsung, Selasa (21/5/2019).

JPU Rahmi Shafrina diwakili Randi Tambunan menuntut kedua terdakwa dan seorang supir bernama Syahrial dengan hukuman yang tergolong rendah.

"Memohon majelis hakim dalam perkara ini agar menjatuhkan hukuman kepada terdakwa Zainal Abidin dan Bahlia Husen masing-masing selama 20 tahun penjara serta denda Rp 2 miliar subsider 2 bulan kurungan," tandas JPU di Ruang Cakra III Pengadilan Negeri (PN) Medan.

"Kemudian memohon majelis hakim menghukum Syahrial dengan pidana penjara selama 18 tahun dan denda Rp 1 miliar subsider 6 bulan kurungan," sambung Randy kembali dihadapan Majelis Hakim yang diketuai Saiddin Bagariang.

Pertimbangan perbuatan ketiga terdakwa dinilai JPU terbukti bersalah melanggar Tindak Pidana Primer dalam Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

Usai mendengarkan tuntutan, majelis hakim menunda sidang hingga pekan depan dengan agenda pembelaan (pledoi) dari para terdakwa. Namun saat Tribun Medan mencoba. Sementara, wartawan pun tak dapat menggali informasi, lantaran JPU Randy Tambunan bertugas hanya mewakili.

"Ya tadi kita tuntut sesuai perbuatannya saja. Kalau lebih rinci tanya ke Jaksanya ya. Saya hanya membacakan saja," ujar jaksa dari Kejati Sumut tersebut

Dalam dakwaan JPU, terdakwa Zainal Abidin dan Bahlia Husen ditangkap saat hendak menjemput sabu seberat 53 kg dari Junaidi Siagian, Syahrial, Nurdin, Elpi Darius dan Zainuddin (berkas terpisah). Sabu itu sebelumnya didapat dari Malaysia, yang dibawa naik boat dari perairan Kabupaten Labuhanbatu pada Oktober 2018 lalu.

Pada Kamis (4/10/2018), sembari menunggu rombongan Junaidi Siagian dkk menemui mereka, Zainal Abidin dan Bahlia sempat berkeliling-keliling Kota Medan. Sekitar dua jam berkeliling, keduanya dikabari Junaidi bahwa mereka sudah dekat ke Medan.

"Terdakwa lalu menelpon Junaidi Siagian dengan mengatakan sampai dimana. Lalu Junaidi Siagian menjawab, sudah di Berastagi. Kemudian, Zainal Abidin bersama Bahlia Husen singgah sebentar untuk makan durian di Durian Sibolang," urai Rahmi yang menjadi JPU saat itu.

Setelah itu, mereka beranjak menuju Fly Over Simpang Pos dan berhenti di sebuah mini market. Kemudian melanjutkan perjalanan lagi ke arah Jalan Ringroad untuk menemui rombongan Junaidi yang mengendarai mobil minibus.

"Saat sedang mengendarai mobil, Zainal dan Bahlia langsung dihadang petugas BNN yang sebelumnya mendapat informasi adanya transaksi narkotika jaringan Malaysia - Labuhanbatu - Medan," ujar JPU.

(cr15/tribun-medan.com)

Penulis: Victory Arrival Hutauruk
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved