Warga Pengungsi Senang Status Sinabung Turun ke Siaga, Tak Sabar Ingin Balik ke Desa

Irma mengaku, dirinya sangat merindukan suasana kampungnya, karena sudah sejak tahun 2014 tinggal di komplek Hunian Sementara (Huntara).

Warga Pengungsi Senang Status Sinabung Turun ke Siaga, Tak Sabar Ingin Balik ke Desa
Tribun Medan/Muhammad Nasrul
Pengungsi dari Desa Kuta Tengah Irma Suryani bru Bangun (kiri), saat ditemui di Hunian Sementara, Jalan Kiras Bangun, Simpangempat, Selasa (21/5/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karo, berencana memulangkan sebagai pengungsi Sinabung ke kampungnya.

Keputusan ini terkait penurunan status Gunung Sinabung dari level awas menjadi siaga, yang telah dikeluarkan oleh Kementerian ESDM, Senin (20/5/2019) kemarin.

Diketahui, penurunan status ini juga diikuti dengan mengecilnya zona merah Sinabung.

Menurut informasi dari pengamat Gunung Api Sinabung Armen Putra, zona merah saat ini berada di 3 kilometer untuk radius lingkar Sinabung. Kemudaian, radius sektoral Selatan-Timur 5 kilometer, dan Timur-Utara 4 kilometer.

Kepala BPBD Karo Martin Sitepu, menyebutkan dari 16 desa yang sebelumnya ditetapkan menjadi zona merah, kali ini berkurang lima desa. Yaitu Desa Kuta Tengah, Dusun Lau Kawar, Desa Tiga Pancur, Pintu Besi, dan Desa Jeraya.

"Kemungkinan dari 16 desa yang dikeluarkan dari zona merah, ada lima desa yang direncanakan akan dipulangkan. Memang secara peraturan kalau misalnya sudah turun status dari awas, lima desa itu sudah bisa dipulangkan, tetapi yang jelas 11 Desa yang sudah diprogramkam relokasi tetap berada di relokasi," ucap Martin, Selasa (21/5/2019).

Martin mengaku, untuk merumuskan rencana tersebut nantinya pada hari Kamis (23/5/2019) mendatang, pihaknya akan dibahas melalui rapat gabungan. Adapun instansi yang dilibatkan adalah, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), pemeriksaan Provinsi Sumatera Utara, dan Pemerintah Kabupaten Karo.

"Yang pasti pertimbangannya dari status yang sudah turun menjadi siaga, memang boleh ditempati. Tapi memang harus benar-benar siaga sewaktu-waktu ada bencana. Kami belum bisa memberikan kesimpulan, karena masih akan kita rapatkan bersama," ungkapnya.

Seorang warga asal Desa Kuta Tengah Irma Suryani beru Bangun, mengatakan sangat senang mendengar rencana BPBD untuk pemulangan pengungsi.

Irma mengaku, dirinya sangat merindukan suasana kampungnya, karena sudah sejak tahun 2014 tinggal di komplek Hunian Sementara (Huntara).

Halaman
12
Penulis: Muhammad Nasrul
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved