Belajar Sambil Beramal di Rahmat International Wildlife Museum and Gallery

Pada Bulan Ramadan seperti ini, kebanyakan orang mencari aktivitas meyenangkan untuk menghabiskan waktu sambil menunggu berbuka. Rahmat International

Belajar Sambil Beramal di Rahmat International Wildlife Museum and Gallery
Tribun Medan/Septriana Ayu Simanjorang
Para pengunjung mengabadikan kunjungannya dengan berswafoto di depan koleksi spesies hewan yang terdapat dalam Rahmat International Wildlife Museum and Gallery. 

MEDAN.TRIBUNNEWS.com - Pada Bulan Ramadan seperti ini, kebanyakan orang mencari aktivitas meyenangkan untuk menghabiskan waktu sambil menunggu berbuka. Rahmat International Wildlife Museum and Gallery bisa menjadi tempat yang cocok anda kunjungi sambil ngabuburit.

Di tempat ini anda bisa belajar banyak mengenai satwa liar dan habitatnya. Anda juga bisa beramal karena selama periode bulan ramadan ini 10 persen dari penjualan tiket akan disumbangkan pada kaum dhuafa. Selain itu, setiap Jumat akan ada pembagian takjil gratis di tempat ini.

Rahmat International Wildlife Museum and Gallery adalah satu-satunya di Asia yang telah masuk Record Book, menerima berbagai penghargaan nasional dan internasional dalam bidang konservasi, pelestarian, pencegahan kepunahan satwa liar dan habitatnya.

Saat memasuki Rahmat International Wildlife Museum and Gallery yang berlokasi di Jalan S Parman nomor 309 Medan ini anda bisa menyaksikan 2600 spesies dengan 5000 lebih spesimen dari penjuru dunia. Mulai dari yang terkecil hingga yang terbesar.

Rahmat International Wildlife Museum and Gallery menawarkan 2600 spesies dengan 5000 lebih spesimen dari penjuru dunia, baik itu hewan maupun serangga.
Rahmat International Wildlife Museum and Gallery menawarkan 2600 spesies dengan 5000 lebih spesimen dari penjuru dunia. (Tribun Medan/Septriana Ayu Simanjorang)
Rahmat International Wildlife Museum and Gallery menawarkan 2600 spesies dengan 5000 lebih spesimen dari penjuru dunia, baik itu hewan maupun serangga.
Rahmat International Wildlife Museum and Gallery menawarkan 2600 spesies dengan 5000 lebih spesimen dari penjuru dunia. (Tribun Medan/Septriana Ayu Simanjorang)
Rahmat International Wildlife Museum and Gallery menawarkan 2600 spesies dengan 5000 lebih spesimen dari penjuru dunia.
Rahmat International Wildlife Museum and Gallery menawarkan 2600 spesies dengan 5000 lebih spesimen dari penjuru dunia. (Tribun Medan/Septriana Ayu Simanjorang)

Di tempat ini, anda dapat melihat koleksi berbagai jenis binatang yang sudah diawetkan. Binatang ini adalah hasil buruan legal dan hasil sumbangan lembaga, serta rekan Rahmat Shah selaku pemilik galeri.

Selama berkeliling di kawasan seluas kurang lebih 3000 m2, pengunjung akan mendengar backsound aneka suara binatang seperti di hutan pada malam hari. Juga audio visual tentang kekayaan alam hutan dan pembantaian satwa langka yang sangat memprihatinkan, serta contoh perburuan konservasi dengan konsep pemanfaatan yang telah diterapkan di berbagai negara untuk menambah populasi satwa dan melestarikan hutan habitatnya.

Manager Rahmat International Wildlife Museum and Gallery, Nelly R menceritakan Rahmat International Wildlife Museum and Gallery diresmikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Juwono Sudarsono pada tanggal 14 Mei 1999.

"Karena besarnya minat masyarakat maka dilakukan perluasan bangunan baru yang megah dan impresif sehingga semakin lengkap. Bangunan ini diresmikan oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono pada tanggal 13 November 2007," ujarnya

Nelly menambahkan seluruh satwa yang ada di sini merupakan koleksi selama 30 tahun, namun baru dijadikan museum 20 tahun terakhir. Sebagai lembaga konservasi pada tanggal 28 November 2013 telah dilakukan pengembangan kembali dan diresmikan oleh Menteri Kehutanan RI, Zulkifli Hasan.

"Meskipun museum ini belum bisa menutupi biaya operasional tetapi museum ini tetap dapat memberi motivasi dan mendidik agar para pengunjungnya bisa lebih mencintai dan peduli terhadap alam," ujarnya.

Halaman
12
Penulis: Septrina Ayu Simanjorang
Editor: Ryan Nur Harahap
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved