Belanjalah dengan Bijak di Bulan Ramadan

Dalam bahasa sederhana inflasi adalah seberapa bes ar kenaikan harga barang yang dikonsumsi masyarakat.

MEDAN.TRIBUNNEWS.com, MEDAN - Dalam bahasa sederhana inflasi adalah seberapa besar kenaikan harga barang yang dikonsumsi masyarakat. Jadi kalau inflasi tahun ini di atas 0, misalkan 10%, berarti barang yang dibeli masyarakat lebih mahal 10% dibandingkan tahun lalu.

Permasalahannya, mencapai target inflasi itu tidaklah mudah. Di Indonesia, kenaikan harga itu sumbernya bisa sangat beragam. Dari sisi permintaan, masyarakat bisa jadi tidak rasional membeli suatu barang ketika sedang tren, terutama pada periode menjelang Lebaran saat ini. Dari sisi produksi, kadang problem di panen cabai merah mendorong inflasi sangat tinggi, seperti di Sumatera Utara. Masing-masing daerah memiliki problem masing-masing. Oleh karena itu, untuk memecahkan permasalahan yang sangat beragam itu dibutuhkan kerjasama dari seluruh pihak, yang dalam hal ini tergabung dalam Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).

TPID sendiri terdiri dari Pemerintah Daerah, BULOG, Bank Indonesia, Polda, BMKG, KPPU dan lembaga lain yang dianggap penting dalam mengendalikan harga. Di Sumatera Utara, ada 1 TPID Provinsi dan 33 TPID Kabupaten/Kota yang semuanya secara aktif berupaya mengendalikan harga di masyarakat. Tanpa adanya komitmen yang kuat dari Pemerintah dan semua stakeholders, TPID tidak akan dapat berkerja dengan baik.

Berdasarkan Kepres No 23 tahun 2017 tentang TPID, sudah diatur oleh Pemerintah Pusat bahwa mulai 2017 TPID akan langsung diketuai oleh Kepala Daerah, atau dengan kata lain Gubernur, Bupati dan Walikota di daerah masing-masing. Akan tetapi jauh sebelum itu, Gubernur Sumatera Utara sudah mengerti dengan baik betapa pentingnya kita menjaga inflasi di Sumatera Utara, dan oleh sebab itu, Bapak Gubernur selalu memberikan instruksi agar koordinasi pengendalian inflasi dijalankan dengan semaksimal mungkin termasuk dukungan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara terhadap pelaksanaan tugas Satgas Pangan yang dalam hal ini dipimpin oleh Polda Sumut demi kemaslahatan masyarakat Sumatera Utara. Perkembangan inflasi kita harus dipantau terutama menjelang lebaran.

Bicara mengenai kondisi tahun ini, Inflasi saat puasa dan Ramadan lebih tinggi dari tahun lalu. Lebih tingginya inflasi saat puasa dan Idul Fitri didorong oleh komoditas Volatile Food dan Administered Prices. Bulan puasa pada 2019 jatuh di awal bulan, berbeda dengan tahun lalu di pertengahan bulan (14 Mei), sehingga kenaikan harga pada puasa tahun 2019 diperkirakan lebih tinggi daripada tahun lalu (dampak penuh satu bulan).

Selanjutnya, dalam upaya mengendalikan inflasi di periode Hari-hari Besar Keagamaan, seluruh anggota TPID bersama dengan Satgas Pangan telah merencanakan beberapa kegiatan, di antaranya:
1. Sidak pasar, pasar murah, serta monitoring perkembangan harga pangan masyarakat untuk menjaga keterjangkauan harga;
2. Operasi pasar, Pengembangan RPK, serta penindakan tegas bagi distributor yg melakukan kecurangan, untuk menjaga ketersediaan pasokan;
3. Melaksanakan kerjasama perdagangan antar daerah khususnya untuk komoditas dengan andil inflasi yang besar, hal ini untuk menjaga kelancaran distribusi;
4. dan komunikasi efektif salah satunya kegiatan kita saat ini, melakukan bincang/talkshow di media mengenai belanja bijak, dalam rangka menjaga kestabilan harga.

Belanja bijak artinya masyarakat bisa lebih bijak dengan menunda kebutuhan atau mencari barang substitusi. Untuk menjaga kestabilan harga tidak mungkin pemerintah bekerja sendiri. Masyarakat bisa menjadi konsumen yang cerdas dengan teliti membandingkan harga di pasar. Mari bijak dalam berbelanja yaitu belanjalah sesuai dengan kebutuhan dan tidak berlebihan. Masyarakat bisa turut serta berperan dalam menjaga stabilitas harga dan daya beli dengan menjadi konsumen yang cerdas. Teliti membandingkan harga, pilih barang pengganti, dan jangan menimbun barang. Inflasi terjaga, rakyat bahagia.

Editor: Ismail
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved