Ramadhan 1440 H

Hanida Suka Saling Tukar Menu Berbuka Puasa dengan Tetangga di Swiss

Biasanya sih tradisi di tempat saya tinggal yaitu tukar-tukaran takjil dengan tetangga dari Lebanon yang juga berpuasa

Hanida Suka Saling Tukar Menu Berbuka Puasa dengan Tetangga di Swiss
Tribun Medan/ Hanida
Hanida Suka Saling Tukar Menu Berbuka Puasa dengan Tetangga di Swiss. Hanida dan suami saat berbuka puasa dengan teman-temannya. 

Hanida Suka Saling Tukar Menu Berbuka Puasa dengan Tetangga di Swiss

TRIBUN-MEDAN.com-Saling tukar menu berbuka puasa atau yang sering disebut takjil adalah tradisi yang rutin dilakukan Hanida bersama tetangganya saat bulan Ramadan.

“Biasanya sih tradisi di tempat saya tinggal yaitu tukar-tukaran takjil dengan tetangga dari Lebanon yang juga berpuasa. Jadi semacam exchange food and culture gitulah,” ujar wanita yang akrab disapa Nida tersebut kepada Tribun, Rabu (22/5/2019)
 

Tetangganya tersebut biasanya akan membuat makanan ringan khas Turki yaitu Baklava dan ada juga makanan ringan khas lainnya yang bentuknya seperti kue mahyung namun krispi serta beberapa panganan khas lainnya.

“Nah senangnya di situ, karena kan memang jarang makan makanan khas tersebut dan rasanya juga cukup enak. Cocoklah untuk menu berbuka,” tuturnya.

Ia juga suka mengundang mertua dan keluarga dari suaminya untuk ikutserta berbuka puasa bersama dan menyuguhkan menu Indonesia seperti Mie Aceh.

 

Polri Jawab Penyebab Kerusuhan, Aksi Anarki di Asrama Brimob, 80 Korban 6 di Antaranya Tewas

Sering Mendengar Suara Aneh pada Malam Hari, Keluarga ini Temukan 80 Ribu Lebah di Balik Dinding

ANIES Baswedan Sebut 6 Korban Tewas di Aksi 22 Mei, 200 Orang Alami Luka-luka

Nida saat ini tinggal di Zurich, Swiss mengikuti suaminya yang merupakan warga negara Swiss. Ramadan tahun ini adalah Ramadan tahun ketiga ia di Swiss dan menjalankan ibadah puasa bersama suami.

“Saya pindah ke sini karena ikut suami, setelah menikah kami memutuskan tinggal di sini dan selama di sini saya menjadi ibu rumah tangga namun saat ini juga sedang belajar bahasa,” jelasnya.

Awal pertama kali berpuasa di Zurich ia sempat kaget karena waktu puasanya yang lebih lama dibandingkan di Indonesia, khususnya di Medan tempatnya tinggal.

 

Hujan Deras di Simalungun, Empat Orang Tewas Tersambar Petir dan 3 Selamat, Ini Identitas Korban

Dharma Kaget Bukan Main, Bom Molotov Hanguskan Mobilnya, Pagar Digedor dan Warga Diteriaki Keluar

Update 22 Mei - Ulik Penyebab 6 Orang Tewas, 80 Pasien Luka-Luka di RSUD Tarakan, Ini Respons Polisi

“Di sini itu puasa 17 sampai 19 jam, tergantung puasanya di musim apa. Dan memang awal puasa di sini sempat kaget. Tahun pertama malah hanya berpuasa selama 15 hari,” terangnya.

Halaman
12
Penulis: Ayu Prasandi
Editor: Joseph W Ginting
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved