Indonesia Starlet Club Bangun Saudara Sesama Mobil Tua

Kita enggak mau mobil kita ini menjadi rongsokan dan gak bisa dipakai. Dengan adanya komunitas ini, kita dapat bertukar informasi.

Tayang:
Penulis: Alija Magribi |
TRIBUN MEDAN/HO
Kumpul bersama Komunitas Indonesia Starlet Club (ISC) Chapter Medan di Kawasan Kualanamu, Deliserdang. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Indonesia Starlet Club (ISC) Chapter Medan merupakan cabang termuda dari Komunitas pecinta mobil tua Suzuki Starlet. Usianya pun baru empat tahun dibanding ISC di pusat yang sudah beranjak memasuki 24 tahun.

Di Medan sendiri, ISC Chapter Medan dibentuk pada 24 April 2015. Jumlah anggota komunitasnya pun lambat laun bertambah hingga mencapai 78 orang.

Ketua ISC Chapter Medan Zailani saat diwawancarai Tribun Medan mengatakan inisiatif dibentuknya komunitas ini adalah upaya melestarikan mobil Starlet. Starlet merupakan salah satu jenis mobil tua yang tak diproduksi lagi di tahun 2.000-an.

"Jadi kita bentuk komunitas ini di Medan sebagai semangat bersama karena kesamaan memiliki mobil Starlet," ujar Zailani, Rabu (22/5/2019)

Inisiatif tersebut pun saat ini berlanjut sebagai kebutuhan bersama. Zailani menerangkan menjaga mobil Starlet butuh perhatian khusus. Penyebabnya dikarenakan kurangnya pengetahuan dan sparepart dalam mempertahankan mobil ini.

"Kita enggak mau mobil kita ini menjadi rongsokan dan gak bisa dipakai. Dengan adanya komunitas ini, kita dapat bertukar informasi, berbagi ide dan solusi saat mobil ini rusak. Ini pentingnya," sambung Zailani.

Dijelaskannya, ISC bertemu setiap minggu sekali. Namun pada bulan Ramadan 1440 Hijriyah, ISC mengendurkan pertemuan dan hanya berkumpul sekali, itupun saat mengadakan buka puasa bersama.

Kepada Tribun Medan, Zailani yang bekerja di bidang percetakan ini bercerita bahwa ISC berencana mengadakan rapat pemilihan suara pemimpin baru pada 16 Juni 2019.

"ISC pun bukan sebuah komunitas pribadi. Siapa yang ingin menjadi pemimpin, silakan. Siapa yang ingin membawa pembaruan itu oke," katanya.

Kedepankan Peta sebagai Komunitas Terpercaya

Meski tergolong muda, ISC Chapter Medan tetap menjaga kepatuhan hukum di antara anggotanya. Oleh karena itu, ISC menjamin setiap mobil milik anggotanya merupakan mobil yang resmi dan sah di mata hukum.

Hal itu dikatakan Santo Prasetyo bahwa mobil yang mereka miliki tak boleh berasal dari curian. Mobil Starlet yang dimiliki anggota mesti dapat dibuktikan secara hukum.

"Setiap mobil itu yang ingin bergabung dengan kita harus jelas "orangtuanya". Harus jelas BPKB-nya. Jadi gak boleh mobil curian atau mobil bodong masuk ke ISC," ujar Santo.

Ia berujar bahwa dalam ISC, mobil Starlet yang dimiliki dibebaskan kondisi fisiknya. Namun demikian, Santo berujar bahwa mobil yang mereka umumnya original alias belum dimodifikasi mesinnya.

"Gak ada batasan ya. Tapi rata-rata mobil teman-teman itu masih original. Kita gak ada aturan, yang penting jelas surat suratnya," ujar Mahasiswa UMA pemilik Starlet Tahun 1987 Type SE 1.300 CC ini.

Saat ini, anggota komunitas ISC berasal dari kalangan beragam, mulai dari mahasiswa maupun pekerja. Jenis mobil Starlet yang dimiliki teman-teman ISC pun bermacam-macam mulai dari edisi pertama tahun 1985 sampai dengan 1997. Mulai dari yang limited edition sampai dengan DTS Turbo.

(cr15/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved