Mahasiswa Gelar Aksi Damai di Bundaran Tugu Juang Kisaran Tuntut Evaluasi Pemilu

M Nur Hidayat Manurung menyebutkan pesta demokrasi yang berlangsung 17 April 2019 di Indonesia berubah menjadi bencana kemanusiaan bagi masyarakat.

Mahasiswa Gelar Aksi Damai di Bundaran Tugu Juang Kisaran Tuntut Evaluasi Pemilu
Tribun Medan/ Mustaqim Indra Jaya
Mahasiswa Gelar Aksi Damai di Bundaran Tugu Juang Kisaran Tuntut Evaluasi Pemilu. Puluhan mahasiswa dari berbagai kampus di Asahan mendatangi kantor DPRD Asahan, Jalan Lintas Sumatera, Kisaran pada Rabu (22/5/2019) menuntut dilakukan evaluasi Pemilu 2019. 

Mahasiswa Gelar Aksi Damai di Bundaran Tugu Juang Kisaran Tuntut Evaluasi Pemilu

TRIBUN-MEDAN.com- Puluhan mahasiswa dari berbagai kampus di Kabupaten Asahan menggelas aksi ke kantor DPRD Asahan, di Jalan Lintas Sumatera, Kisaran pada Rabu (22/5/2019).

Kedatangan mahasiswa yang berasal Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Asahan (UNA) itu sembari membawa replika keranda putih yang bertuliskan Matinya Demokrasi.

Penanggung Jawab Aksi, M Nur Hidayat Manurung menyebutkan pesta demokrasi yang berlangsung 17 April 2019 di Indonesia berubah menjadi bencana kemanusiaan bagi masyarakat.

"Kami desak pemerintah membentuk Tim Pencari Fakta (TPF) atas musibag kemanusiaan yang menelan 500 jiwa lebih perangkat pemilu meninggal dunia," kata M Nur, Rabu.

Mereka pun mendesak KPU RI agar menindaklanjuti rekomendasi Bawaslu terkait tata cara penginputan perhitungan suara.

PANGLIMA FPI Angkat Bicara soal Kerusuhan di Petamburan: Ada Pihak Ketiga yang Mau Mengadu Domba

TERKINI AKSI 22 MEI, Tenangkan Warga TNI Sisir Sejumlah Titik Rusuh, Warga: Kami Cinta TNI

Tonton Video Ariel Noah Disuapi Vlogger Rupawan, Luna Maya Spontan Sebut Nama Pacar Mantan Kekasih

KPU RI harus bisa memastikan kepada masyarakat bahwa Pemilu berlangsung secara transparan, independen dan berkeadilan.

"Kami mendesak KPU RI untuk tuntaskan hasil keputusan Bawaslu terkait pelanggaran administrasi yang dilakukan KPU RI," ucapnya.

 

Kiwil Dimarahi Istri Keduanya karena Sesumbar Ingin Punya 3 Istri Sampai Diancam Cerai

Dalang Kerusuhan Seusai Demo Bawaslu, Polisi Ungkap Massa Bayaran, Bukti Sejumlah Amplop Berisi Uang

Sehingga kedatangan mahasiswa ke DPRD Asahan, bertujuan agar wakil rakyat menyampaikan aspirasi mahasiswa dan masyarakat untuk melakukan evaluasi penyelenggaran Pemilu 2019.

"Audit penggunaan anggaran dana Pemilu sebesar Rp 25 triliun dan carut marutnya pelaksanaan Pemilu 2019," tegasnya.

 

DITANGKAP Tiga Terduga Aktor Pendompleng Rusuh Pakai Senjata Laras Panjang, Penjual sampai Eksekutor

Kondisi Jalur Pantura Mengkhawatirkan, Sopir Truk Takut As Patah, Pengguna Motor Takut Terjungkal

Sementara aksi damai ini mendapat pengawalan dari puluhan aparat kepolisian dan juga petugas Satpol PP.

Sebelumnya, puluhan mahasiswa dari berbagai kampus di Asahan tersebut melakukan orasi di Bundaran Tugu Juang, Jalan Imam Bonjol, Kisaran. Aksi tersebut mendapat perhatian dari masyarakat.

 

Mabes Polri Blak-blakan Ungkap Kabar Hoaks, Sebut Brimob Tak Pernah Serang Masjid

Polisi dan FPI Sudah Imbau Massa, Irjen M Iqbal: Mereka Menyerang Asrama dengan Batu, Molotov . . .

BREAKINGNEWS-Seratusan Mahasiswa Geruduk Kantor Bawaslu, Polisi Pasang Kawat Duri

Selanjutnya mahasiswa bergerak melakukan konvoi hingga menuju kantor DPRD Asahan.

(ind/tribun-medan.com)

Penulis: Mustaqim Indra Jaya
Editor: Joseph W Ginting
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved