Mahfud MD: Di MK Angka 55 Persen Suara Jokowi Bisa Berbalik Jadi Kemenangan Prabowo

Persidangan MK terbuka untuk umum. Segala kemungkinan bisa saja terjadi, tergantung kekuatan bukti dan saksi yang diajukan para pihak.

Mahfud MD: Di MK Angka 55 Persen Suara Jokowi Bisa Berbalik Jadi Kemenangan Prabowo
ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD memberikan pandangannya pada Bincang Millenial bersama Mahfud MD, di Jakarta, Senin (15/4/2019). Dalam acara tersebut Mahfud MD mengajak para generasi millenial menggunakan hak pilihnya pada Pemilu yang diselenggarakan 17 April mendatang. 

TRIBUN MEDAN.com - Langkah pasangan calon Prabowo Subianto Sandiaga Uno menempuh jalur hukum terkait hasil Pilpres 2019, mendapat apresiasi dari capres petahana Joko Widodo dan sejumlah pihak lainnya.

Sebab, Mahkamah Konstitusi (MK) merupakan lembaga resmi yang diamanatkan dalam konstitusi untuk mengadili sengketa pemilu. 

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud MD, menilai gugatan secara konstitusi itu merupakan langkah tepat untuk menyikapi hasil Pilpres 2019. Pasalnya, putusan MK bersifat final untuk menyelesaikan sengketa pemilu.

Baca: BUKAN PRABOWO-Sandi dan Tim, Mahfud MD Sebut Sosok-sosok yang Bertanggungjawab Atas Aksi 22 Mei

Baca: Novita Dewi Tewas Dicekik Sebelum Jasadnya Disetubuhi, Dokter Forensik Ungkap Fakta Mengejutkan

Baca: Kalah Senior Dibandingkankan Young, Pogba Batal jadi Kapten Manchester United

Baca: Kapolri Buru Penyandang Dana Para Provokator Buat Rusuh di Bawaslu, Dibayar Rp 6 Juta

Diketahui, Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah mengumumkan hasil pilpres pada Selasa (21/5/2019) dini hari. Hasilnya paslon nomor urut 01 Jokowi-Maruf Amin unggul dari pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Jokowi-Maruf mendapatkan 85.607.362 suara atau 55,50 persen dari total suara sah nasional. Sementara Prabowo-Sandi mendapatkan 68.650.239 suara atau 44,50 persen.'

Baca: Gubernur Edy Rahmayadi Imbau Masyarakat Sumut Tidak Mudah Terprovokasi

Baca: FAKTA AKSI RUSUH 22 MEI, Senjata Selundupan Dipamerkan, Dilakukan Orang Bertato hingga Respons BPN

Baca: Polisi Sita Amplop Berisi Rp 6 Juta dari Provokator Milenial, Mengaku Dibayar Bikin Rusuh 22 Mei

Menurut Mahfud, persidangan MK terbuka untuk umum. Segala kemungkinan bisa saja terjadi, tergantung kekuatan bukti dan saksi yang diajukan para pihak.

Bukan tak mungkin pula, kata Mahfud, pasangan Jokowi-Maruf Amin kalah di MK jika tim Prabowo-Sandiaga Uno mengajukan gugatan soal angka perolehan suara.

“Kemungkinan Jokowi-Maruf bisa kalah (di MK), dan Prabowo-Sandi mendapatkan 55 persen,” kata Mahfud MD dalam acara Kabar Siang, TVOne, Rabu (22/5/2019).

Mahfud pun membeberkan kemungkinan perolehan suara yang berbalik unggul untuk hasil Pilpres 2019.

Baca: Cegah Penyebaran Hoaks, Pemerintah Batasi Share Konten Medsos, Ini Penjelasan Menteri Rudiantara

Mulanya, pembawa acara bertanya soal apa saja gugatan yang bisa diajukan ke MK. "Prosedur untuk mengajukan keberatan ke MK terkait dengan hasil pemilu itu apa saja prof?" tanya pembawa acara.

Halaman
1234
Editor: Juang Naibaho
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved