Polri Jawab Penyebab Kerusuhan, Aksi Anarki di Asrama Brimob, 80 Korban 6 di Antaranya Tewas

Polri Jawab Penyebab Kerusuhan, Aksi Anarki di Asrama Brimob, 80 Korban 6 di Antaranya Tewas

TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Polri Jawab Penyebab Kerusuhan, Aksi Anarki di Asrama Brimob, 80 Korban 6 di Antaranya Tewas 

TRIBUN-MEDAN.COM - Polri Jawab Penyebab Kerusuhan, Aksi Anarki di Asrama Brimob, 80 Korban 6 di Antaranya Tewas.

//

Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menanggapi soal isu penyebab terjadinya anarki di Jalan KS Tubun, area Asrama Brimob.

Dilansir oleh TribunWow.com, tanggapan itu disampaikan Karopenmas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo melalui sambungan telepon acara Kompas TV, Rabu (22/5/2019).

Massa peserta aksi 22 Mei menyanyikan yel-yel sambil mengacungkan dua jari di depan Djakarta Theatre, Rabu (22/5/2019).
Massa peserta aksi 22 Mei menyanyikan yel-yel sambil mengacungkan dua jari di depan Djakarta Theatre, Rabu (22/5/2019). (KOMPAS.com/Ardito Ramadhan D)

Mulanya pembawa acara mengaku telah mendapatkan informasi isu penyebab terjadinya aksi anarki di area asrama Brimob dipicu penembakan dari aparat kepada warga.

"Kami baru mendapatkan informasi, warga di KS Tubun mengapa melakukan aksi anarkistis, kami mendapatkan informasi bahwa isunya ada salah satu warga di RW 5 di kawasan Petamboran ini menjadi penembakan." ujar pembawa acara.

Baca: AKSI 22 Mei Makan Korban, 1 dari 3 Korban Tembakan Meninggal Dunia, Ini Statemen Dirut RS Budi Mulia

Baca: Kapolri Tito Karnavian- Korban Tewas 22 Mei, Kadiv Humas Polri Ungkap Instruksi Kapolri tanpa Peluru

Massa aksi yang mengatasnamakan diri sebagai Gerakan Nasional Kedaulatan Rakyat mulai mendekati pagar berduri yang mengepung Bawaslu, Selasa (21/5/2019).
Massa aksi yang mengatasnamakan diri sebagai Gerakan Nasional Kedaulatan Rakyat mulai mendekati pagar berduri yang mengepung Bawaslu, Selasa (21/5/2019). (KOMPAS.com / VITORIO MANTALEAN)

"Seperti itu Pak Dedi, bisa dikonfirmasi," sambungnya.

Menanggapi itu, Dedi menegaskan bahwa isu tersebut belum tentu benar.

Bahkan ia menduga aksi tersebut ditunggangi oleh pihak ketiga.  

"Ya sekali lagi kami sampaikan, isu tersebut belum tentu kebenarannya," tegas Dedi.

Halaman
1234
Editor: Salomo Tarigan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved