Pilpres 2019

SATUAN Elite Kopassus Terseret dalam Pusaran Politik, Ini Ultimatum Danjen Kopassus Mayjen Cantiasa

SATUAN Elite Kopassus Terseret dalam Pusaran Politik, Ini Ultimatum Danjen Kopassus Mayjen Cantiasa

SATUAN Elite Kopassus Terseret dalam Pusaran Politik, Ini Ultimatum Danjen Kopassus Mayjen Cantiasa
Kolase Tribun Jabar (Kopassus.mil.id dan Tribunjabar/Muhammad Nandri)
Danjen Kopassus Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa. (SATUAN Elite Kopassus Terseret dalam Pusaran Politik, Ini Ultimatum Danjen Kopassus Mayjen Cantiasa) 

SATUAN Elite Kopassus Terseret dalam Pusaran Politik, Ini Ultimatum Danjen Kopassus Mayjen Cantiasa

TRIBUN-MEDAN.com - Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus Mayor Jenderal I Nyoman Cantiasa, Selasa (21/5/2019), angkat bicara soal makin menghangatnya dinamika di tengah masyarakat karena Pemilu 2019.

Cantiasa menyerukan kepada seluruh jajaran satuannya untuk menjaga persatuan dan kesatuan.

Seruan itu berkaitan dengan makin menghangatnya dinamika di tengah masyarakat karena Pemilu 2019.

Melansir kompas.id. Dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas di Jakarta, Selasa, Cantiasa menuturkan, selama proses Pemilu 2019 berbagai isu dan kejadian mengemuka silih berganti. Isu-isu yang muncul belakangan mulai menyeret satuan elite Kopassus.

TNI melakukan latihan pengamanan di Silang Monas, Jumat (17/5/2019) melibatkan Satuan Elite Satgultor.
TNI melakukan latihan pengamanan di Silang Monas, Jumat (17/5/2019) melibatkan Satuan Elite Satgultor. (FACEBOOK/PUSPEN TNI)

Peristiwa terbaru adalah penangkapan mantan Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus Mayor Jenderal (Purn) Soenarko oleh Mabes Polri atas dugaan makar dan penyelundupan senjata untuk aksi 22 Mei.

Kopassus, menurut Cantiasa, merupakan satuan yang dihormati dan dibanggakan karena standar profesionalismenya yang tinggi.

Cantiasa juga menyebut Kopassus memiliki sejarah prestasi panjang dalam menjaga tegak dan utuhnya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Oleh karena itu, Cantiasa memberikan ultimatum bahwa jangan sampai Kopassus kini justru dijadikan alat untuk memecah belah persatuan dan kesatuan.

”Tidak boleh ada satu pun prajurit Kopassus yang bertindak karena inisiatif pribadi, kelompok, maupun pihak-pihak lain di luar garis komandonya.

Halaman
1234
Editor: Randy P.F Hutagaol
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved