Suami Istri Kompak Menangis setelah Dituntut 13 Tahun Penjara, Jadi Kurir Sabu 700 gram

Ruang sidang jadi penuh isak tangis karena seluruh anggota keluarga tampak kompak menangis bersama di ruang sidang.

Suami Istri Kompak Menangis setelah Dituntut 13 Tahun Penjara, Jadi Kurir Sabu 700 gram
Tribun Medan/Victory Arrival Hutauruk
Sepasang suami istri Cut Ariyati (39) dan Muhammad Iqbal (45) menangis dituntut 13 tahun denda 1 miliar subsider 6 bulan atas sabu kepemilikan seberat 700 gram di Pengadilan Negara Medan, Rabu (22/5/2019). 

TRIBUN-MEDAN - Sepasang suami istri Cut Ariyati (39) dan Muhammad Iqbal (45) menangis dituntut 13 tahun denda 1 miliar subsider 6 bulan atas sabu kepemilikan seberat 700 gram, Rabu (22/5/2019).

Cut Ariyati seusai sidang di Pengadilan Negeri Medan langsung memeluk dan mencium lima orang anggota keluarganya yang sudah menunggu di dalam ruang sidang.

Ruang sidang jadi penuh isak tangis karena seluruh anggota keluarga tampak kompak menangis bersama di ruang sidang.

Sebelum persidangan, Cut Ariyati yang mengenakan cream dan baju tahanan Kejari Medan sudah mulai menangis di ruang sidang, tampak beberapa kali ia menyeka air mata menggunakan jilbabnya.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Medan, Septebrina Silaban menuntut kedua terdakwa dengan pidana dalam pasal 114 ayat (2) jo pasal 132 ayat (1) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

"Menuntut terdakwa Cut Ariyati dan Muhammad Iqbal dengan pidana penjara 13 tahun denda 1 miliar dan apabila tidak dibayarkan dihukum kurungan pengganti 6 bulan," tuturnya di hadapan Hakim Ketua Sri Wahyuni.

Sepanjang pembacaan dakwaan, Cut tampak ketakutan terus menangis selama pembacaan tuntutan. Sang suami Iqbal tampak lebih tenang ketimbang sang istri.

Bahkan setelah keluar dari ruangan sidang, Cut tampak terus menutupi wajahnya dengan jilbabnya dan terus menangis. Ia hanya menyebutkan dirinya hanya korban kelakuan sang suami.

"Maaf saya enggak mau jawab, saya hanya ikut suami," cetus Cut.

Bahkan ketika ditanyai awak media keluarga dari terdakwa sempat menghalangi dan berkata "Sudahlah itu bang," sambil memplototi dan memberikan bahunya.

Halaman
123
Penulis: Victory Arrival Hutauruk
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved