Pastikan Meminjam Uang pada Perusahaan yang Terdaftar, Ini Imbauan OJK

Untuk Sumatera Utara terdapat Lender atau pemberi pinjaman) sejumlah 11.393 entitas, borrower (penerima pinjaman) sebesar 176.742 entitas.

Pastikan Meminjam Uang pada Perusahaan yang Terdaftar, Ini Imbauan OJK
TRIBUN MEDAN/NATALIN SINAGA
Kepala OJK Regional 5 Sumbagut, Yusup Ansori, Pinjaman online (Fintech P2P) yang tidak terdaftar atau berizin, OJK selalu berkoordinasi dengan pihak berwajib terutama dalam Satuan Tugas Waspada Investasi (SWI). 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Perkembangan keuangan digital atau disebut Financial Technology (fintech) di Indonesia sudah cukup pesat.

Kepala OJK Regional 5 Sumbagut, Yusup Ansori mengatakan Fintech Peer to Peer Lending (P2P) atau layanan pinjam meminjam uang berbasis teknologi informasi menggunakan layanan yang sifatnya online (daring), sehingga hal tersebut dapat diakses oleh siapa saja dan dimana saja.

"Per tanggal 2 Mei 2019, terdapat 113 Perusahaan Fintech P2P yang terdaftar atau berizin, yang terdiri dari 107 Konvensional dan 6 Syariah. Per tanggal 15 Mei 2019, terdapat lima perusahaan yang telah berizin, yaitu Danamas (PT Pasar Dana Pinjaman), Investree (PT Investree Radhika Jaya), Amartha (PT Amartha Mikro Fintek),
Dompet Kilat (PT Indo Fint Tek), dan Kimo (PT Creative Mobile Adventure). Semua Fintech P2P ini dapat menyalurkan pinjaman ke seluruh masyarakat Indonesia," ujar Yusup.

Ia menjelaskan data per tanggal 31 Maret 2019, untuk Sumatera Utara terdapat Lender atau pemberi pinjaman) sejumlah 11.393 entitas, borrower (penerima pinjaman) sebesar 176.742 entitas.

Untuk transaksi rekening borrower sejumlah 522.443 akun dan penyaluran pinjaman sebesar Rp.619,74 milyar.

Terkait pinjaman online ilegal kata Yusup, OJK hanya melakukan pengawasan terhadap Fintech P2P yang terdaftar atau berizin OJK.

"Karena sifatnya online maka Fintech P2P yang tidak terdaftar atau berizin tersebut tetap dapat diakses juga oleh masyarakat Kota Medan pada khususnya dan Sumut pada umumnya, tidak terbatas oleh tempat dan waktu," ungkapnya.

"OJK hanya melalukan pengawasan terhadap perusahaan Fintech yang terdaftar atau berizin sesuai
dengan yang diatur dalam POJK 77/2016 tentang tentang layanan pinjam meminjam uang berbasis
teknologi informasi dan POJK 18/2018 tentang layanan pengaduan konsumen di sektor jasa
keuangan," tambahnya.

Ia menuturkan dalam pengawasannya oleh OJK, Perusahaan yang terdaftar atau berizin tersebut harus memenuhi persyaratan tertentu diantaranya memiliki SOP yang jelas, menyampaikan laporan secara rutin (laporan keuangan dan kegiatan usaha), bergabung dalam asosiasi dalam hal ini Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI).

Termasuk terhadap pelanggaran yang dilakukan oleh Perusahaan Fintech P2P tersebut, OJK
berwenang mengenakan sanksi administratif, mulai dari peringatan tertulis sampai dengan
pencabutan izin usaha.

"Pinjaman online (Fintech P2P) yang tidak terdaftar atau berizin, OJK selalu berkoordinasi dengan pihak berwajib terutama dalam Satuan Tugas Waspada Investasi (SWI) yang merupakan Forum Koordinasi antar 13 Kementerian atau lembaga terkait dalam pelaksanaan tugas sesuai kewenangan masing-masing, diantaranya OJK, Kepolisian RI, Kejaksanaan RI, Kemkominfo, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), dan sebagainya," kata Yusup.

Ia mengatakan pihaknya memberikan edukasi dan literasi kepada masyarakat terkait pemanfaatan pinjaman daring secara bijak, baik melalui sosialisasi umum, sosial media, maupun kegiatan Fintech Day 2019.
Termasuk melalui media pemberitaan di televisi, radio, cetak, dan online.

"Sebelum melakukan pinjaman online, kita perlu memastikan apakah kita meminjam di perusahaan yang terdaftar atau berizin OJK. Pinjamlah sesuai kebutuhan produktif dan maksimal 30 persen dari penghasilan.
Lunasi cicilan tepat waktu, dan jangan lakukan gali lubang tutup lubang. Kita harus mengetahui bunga serta denda pinjaman sebelum meminjam dan pahami kontrak perjanjian," ujarnya.

(nat/tribun-medan.com)

Penulis: Natalin Sinaga
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved